POJOKSATU.id, MEDAN--Mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) Sumut, Bonio Raja Gadja, ditemukan tewas di rumahnya di Gang Rambe, Dusun IV, Marindal II, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (14/11).
Diduga kuat korban dibunuh dan dirampok pelaku disebabkan motor dan ponsel korban ikut hilang.
Dari kronologi penemuan jasad korban, pelaku diduga orang yang tak jauh-jauh dari sekitar korban. Polisi sedang menyelidiki kasus kematian Bonio Raja Gadja ini.
Baca Juga: Sekda Banten Traktir Pasukan Oranye, Lapangan KP3B Riuh Hangatnya Kebersamaan
Kronologi Penemuan Korban
Diva, kakak korban di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (15/11/2025) menjelaskan penemuan jasad adiknya di rumah mereka sendiri di Gang Rambe, Dusun IV, Desa Marindal II, Patumbak, Deli Serdang.
Selama ini Diva tinggal bersama adiknya di rumah tersebut. Namun kebetulan sejak Senin (10/11) lalu, dia tidak berada di rumah tersebut disebabkan ada keperluan terkait pekerjaannya sebagai pegawai SPPG.
Jumat 14 November, Diva dihubungi orang tuanya yang berada di kampung mereka di Kabupaten Humbang Hasundutan, untuk segera pulang ke rumah mereka yang di Marindal, karena Bonio tak mengangkat telepon, maupun balas pesan singkat sejak sehari sebelumnya.
Baca Juga: Viral! Menu MBG di Medan Ditemukan Cacing Tanah, Orangtua Siswa Kaget dan Pertanyakan Kualitas
"Awalnya itu karena sudah dua hari hilang kontak dan mama dan ayah mencari-cari. Jadi, ayah nyuruh saya ngecek ke rumah menanyakan kenapa (korban) nggak balas WhatsApp," kata Diva.
Dia pun bergegas pulang ke rumah mereka yang di Marindal tersebut. Setibanya di sana, dia pun memeriksa pagar rumah mereka.
Biasanya pagar rumah dikunci 3 kali mulai dari bagian atas, tengah dan bawah.
Namun saat ia membukanya, hanya bagian tengah saja yang dikunci. Sementara bagian atas dan bawah tidak dikunci.
Baca Juga: Heboh Gaji PPPK di Medan Disunat Rp327 Ribu, DPRD Sumut Angkat Bicara!
Usai membuka pagar, ia membuka kunci pintu rumah sebanyak 2 kali, namun gagal karena terkunci dari dalam.
Dia membuka jendela dari luar dan membuka engsel pintu dari luar jendela dengan cara memasukkan tangannya untuk meraih engsel.
Diva melihat dari jendela sudah ada ceceran darah dan bercak kaki di lantai. Dan rumahnya juga berantakan.
Diva mengurungkan niatnya masuk ke rumah sendirian dan memilih memanggil warga sekitar untuk sama-sama melihat ke dalam rumahnya.
Begitu warga datang dan masuk ke rumah, adiknya ditemukan sudah tewas tergeletak di lantai kamar dengan kondisi luka tusuk.
"Posisi adik saya itu berada di dalam kamar. Telentang di lantai kamar," katanya.
Bonio Raja Gadja dan kakaknya Diva biasanya tinggal berdua di rumah yang dibeli orang tuanya tersebut. Sedangkan kedua orang tua mereka tinggal di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Namun pada Senin 10 November kemarin, Diva ada pekerjaan karena profesinya sebagai ahli gizi di salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga tidak bisa pulang pergi dari rumah mereka di Marindal.
Ketika Diva tak berada di rumah, rupanya korban resah, sehingga meminta izin ke orangtuanya untuk mengajak rekannya menginap selama kakaknya tak ada di rumah mereka tersebut.***




