POJOKSATU.id, SUBANG—Selain sudah merencanakan pembunuhan terhadap pria disabilitas bernama Toikin (22) di Subang, Jabar, ternyata kasus ini juga didahului nonton video porno atau asusila.

Dari kronologi yang dibeberkan polisi, kedua pelaku inisial A (21) dan T (16) yang merupakan pasangan sejenis ini, ternyata seolah menjebak korban dengan sengaja menonton video porno.

Korban Toikin yang sempat terangsang lalu melakukan pelecehan kepada T yang juga mantan pacarnya ini. Lalu terjadilah pertengkaran berujung pembunuhan di TKP.

Korban merupakan pria cacat fisik sejak lahir seperti jalan tidak normal dan bicara balelo.

Baca Juga: Hubungan Sejenis Latari Pembunuhan Pria Disabilitas di Subang, Pelaku Ternyata Siswi Kelas 2 SMA

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu saat menggelar jumpa pers, Sabtu (1/2) menjelaskan kronologi peristiwa pembunuhan tersebut.

Korban dijemput kedua pelaku Sabtu malam (25/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Selanjutnya mereka pergi main ke kawasan pesisir pantai Patimban.

Dari awal, kedua pelaku sudah hendak menghabisi korban karena korban sempat menggoda pelaku T yang merupakan mantan pacarnya.

Setelah dari pantai Patimban, sekitar pukul 22.00 WIB, korban dan kedua pelaku pergi ke Jalan Pertamina JAS 27 di Kawasan Dusun Cemaran, Desa Kalentambo, atau lokasi tempat korban dieksekusi.

Di pematang sawah Jalan Pertamina tersebut, korban dan kedua pelaku sempat nonton film porno.

Baca Juga: Kronologi Kasus Mahasiswa UMI Makassar Terlibat Bentrok di Kampus, Ternyata Dipicu Gegara Saling Ejek

Setelah menonton film porno, korban libidonya naik atau terangsang hingga akhirnya korban melakukan pelecehan seksual dengan meraba payudara pelaku T yang masih berusia 16 tahun itu.

Pelaku T tak terima payudaranya dipegang oleh korban, pelaku T langsung reflek menampar korban. Pelaku A juga tak terima dan ikut emosi dan memukul korban.

"Akhirnya terjadilah pertengkaran antara korban dan kedua pelaku. Kedua pelaku selanjutnya masing-masing mengambil pisau yang sudah disiapkan di jok motor dan langsung menghujamkan ke korban berkali-kali hingga korban terkapar bersimbah darah,” katanya.

“Dan kedua pelaku pun langsung pergi meninggalkan korban yang sudah terkapar," jelasnya lagi.

Baca Juga: Puasa Dinas

Ketika jalan pulang, kedua pelaku kembali berbelok arah sekitar pukul 23.00 WIB, dimana kedua pelaku kembali datang ke TKP untuk memastikan korban sudah tewas atau belum.

"Ternyata saat kembali ke TKP, korban masih bernyawa dalam keadaan sekarat, kedua pelaku pun kembali melakukan penusukan terhadap korban hingga nyawa korban melayang," ucapnya.

"Setelah itu kedua pelaku langsung pergi, dan membuang pisau ke sumur yang tak jauh dari TKP, begitupun dengan HP korban juga dibuang oleh pelaku," imbuhnya.


Pasangan Sejenis

Menurut pemeriksaan Polres Subang, kedua perempuan ini merupakan pasangan sejenis. Kedua pelaku A dan T berpacaran sejenis.

Sementara korban Toikin (22) ternyata pernah berpacaran dengan T atau siswi kelas 2 SMA tersebut.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu mengungkapkan, motif pembunuhan ini bermula dari rasa cemburu pelaku A karena Toikin masih menggoda T.

Korban Toikin sempat menghubungi T untuk meminta bertemu. Pelaku T yang merasa terganggu dan menganggap dirinya digoda kemudian melaporkan kepada pasangannya A.

"Motifnya itu cemburu. Ada hubungan percintaan di antara mereka bertiga dan ada kecemburuan," kata Ariek Indra Sentanu, Minggu (2/2/2025).***