POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus tiga balita yang berakhir mengenaskan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seperti diketahui, belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kabar balita yang terbakar di dalam rumah.

Di mana, balita yang menjadi korban kebakaran ini disinyalir mencapai tiga orang berinisial ZK (1), NM (3), dan NW (3).

Baca Juga: Bapak Ibu Guru Pahami 2 TROUBLE LAMAN SIMPKB untuk Pemanggilan PPG Guru Tertentu 2025, Tidak Usah Panik Simak PENJELASAN dan SOLUSINYA

Berdasarkan informasi dihimpun, meninggalnya tiga balita ini usai ditinggal sang ibu SA (23) pergi kencan dengan kekasihnya.

Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media radartuban.jawapos.com pada Jumat (9/5/2025).

Dalam artikelnya, korban insiden kebakaran ini dikonfirmasi ternyata sebanyak empat orang balita.

Baca Juga: Persiapan Pawai Kemenangan Persib Capai 70 Persen, Rute Berubah: Finish di Gedung Sate

Namun, salah satu balita lainnya berinisial SN (4) masih menjalani perawatan medis lantaran kondisinya yang kritis.

“Satu balita lainnya, SN, 4 kakak tertua dari ketiga korban meninggal, saat ini masih dirawat dan berjuang untuk pulih,” jelas dikutip.

Diketahui, insiden ini bermula ketika sang ibu pergi membeli makanan dengan pacarnya pada Selasa (6/5/2025).

Baca Juga: Kejagung Baru

Tidak lama setelah ibu korban pergi, rumah yang ditinggalkannya itu tiba-tiba saja dilahap oleh kobaran api.

“Pada saat kebakaran, AD (pacar ibu korban) sedang bersama pacarnya, SK, membeli makanan,” jelas dikutip.

“Dan juga terlihat membeli bensin sebelum kembali ke rumah dan menemukan rumah mereka sudah terbakar,” lanjut laporan artikel.

Baca Juga: Isa Zega Divonis 3,5 Tahun Penjara, Shandy Purnamasari : Semoga Jadi Pelajaran, Jangan Seenaknya Membully Ibu Hamil dan Anak

Berdasarkan informasi beredar, penyebab kebakaran ini tidak lain lantaran kondsi rumah yang kerap kali mengalami gangguan daya listrik.

Sedangkan, informasi beredar lainnya menyatakan bahwa pemicu kebakaran itu terjadi tidak lain karena korban bermain korek api.

Namun, hal ini masih ditelusuri lebih lanjut oleh pihak kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran itu terjadi.

Baca Juga: Keracunan Makanan di Bogor, Karina Soerbakti Minta Pengawasan Pangan Sekolah Diperketat

Kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, Martoyo.

Yang mana, Martoyo menuturkan bahwa kebakaran itu terjadi setelah dirinya menerima laporan dari warga pada saat siang hari.

Mengetahui laporan tersebut, pihak Damkar Kendari sontak bergegas ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga: PSG vs Inter Milan di Final Liga Champions, Tak Banyak yang Menyangka

“Saat itu juga kami langsung lakukan persiapan dan menurunkan tim pemadam, pada pukul 14.30 WITA,” jelasnya yang dikutip dari portal Antaranews.com.

“Sampai di TKP pukul 14.30 WITA, yang diberangkatkan dua armada kebakaran, satu unit Mobil Rescue (penyelamat) dan satu mobil ambulans,” tuturnya.

Setibanya di lokasi, para petugas damkar sontak bergegeas menyelamatkan korban yang tengah terjebak di dalam ruangan.

Baca Juga: Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Medan Kawal Ketat Pemulangan 10 WNI dari Malaysia

Kendati demikian, upaya tersebut gagal lantaran dua balita telah diterpa kobaran api dari dalam rumah.

“Api semakin membesar, sehingga dua balita (Najma dan Zaki) meninggal dunia hangus terbakar,” teranganya.

Sedangkan, dua balita lainnya berhasil diselamatkan meski satu korban berinisial NW berakhir meninggal dunia usai dirawat di rumah sakit. ***