POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Syaiful Hendra, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sungai Geringging, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Seperti diketahui, nama Syaiful Hendra belakangan ini tengah marak diperbincangkan kalangan publik.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Kepsek SMAN 1 Sungai Geringging itu didesak untuk turun dari jabatan.
Dikarenakan, Syaiful Hendra diduga kuat telah bekingi kasus pencabulan seorang oknum guru terhadap murid.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @sumbarsolidarity pada Minggu (18/5/2025).
Dalam unggahannya, terlihat jelas ratusan murid tengah menggelar aksi demonstrasi di depan SMAN 1 Sungai Geringging.
Baca Juga: Terungkap! DTSEN Tak Hanya untuk Bansos Bahkan Jadi Kunci Utama Pendaftaran Sekolah Rakyat Gratis
“Sekitar 700 siswa SMAN 1 Sungai Geringging, Padang Pariaman, Sumatera Barat gelar aksi unjuk rasa untuk menentang kasus pelecehan seksual,” jelasnya.
“Mereka menggelar aksi sebagai bentuk memperjuangkan hak siswa yang jadi korban pencabulan,” lanjutnya di-caption.
Perlu diketahui, aksi demonstrasi yang berlangsung pada Rabu (14/5/2025) ini terjadi usai para murid tidak menemukan titik terang.
Baca Juga: Ternyata Proyek Sekolah Rakyat Bagi Bancakan di Beberapa Kementerian Berikut ini!
Yang mana, mereka tidak menemukan kejelasan dalam penyelesaian kasus pencabulan terhadap seorang murid kelas X.
Berdasarkan informasi dihimpun, dugaan pencabulan ini dilakukan oknum guru SMAN 1 Sungai Geringging sejak 2024 silam.
Namun, pihak sekolah justru mengaku baru mengetahui nyaris setahun setelah insiden terjadi, yakni pada (4/2025) kemarin.
Baca Juga: Bambu Lentur
Menurut informasi yang diterima, aksi pencabulan itu dilakukan oleh oknum guru berinisial A sebanyak dua kali.
Yang mana, pelaku menggunakan modus dengan memanggil korban ke ruang Tata Usaha (TU) tempatnya bekerja.
Setibanya korban di ruangan, pelaku dengan sigap melancarkan aksinya berulang kali kepada korban.
Baca Juga: Kemensos Yakin Bahwa Program Sekolah Rakyat Dipastikan Beroperasi Juli 2025!
Korban yang tidak terima dengan perlakuan gurunya, sontak melaporkan kejadian ke petugas Bimbingan Konseling (BK).
Alih-alih demikian, laporan yang disampaikan korban kepada guru BK justru tidak membuahkan hasil.
Sebab, kasus dugaan pencabulan itu disinyalir sama sekali tidak diproses para guru yang bekerja di ruang BK.
Baca Juga: Manfaatkan Kesempatan Emas Ini! Sertifikasi Halal Gratis dari Pemerintah Jadi Kunci Sukses UMKM!
Menyikapi kasus tersebut, Syaiful yang menjabat sebagai Kepsek SMAN 1 Sungai Geringging turut mengambil sikap.
Namun, sikap yang diambil Syaiful justru dinilai serampangan lantaran tidak mengedepankan keadilan bagi korban.
Dikarenakan, Kepsek SMAN 1 Sungai Geringging ini menyelesaikan kasus tersebut dengan memohon pihak keluarga korban.
Bukan main, permohonan itu tidak lain agar pihak keluarga korban bersedia mengakhiri kasus tersebut dengan cara kekeluargaan.
Tidak heran, upaya yang dilakukan Syaiful ini dinilai para murid sangat tidak etis yang berujung pada aksi demonstrasi.
Dalam aksi tersebut, para murid melayangkan beberapa tuntutan, salah satunya mendesak Syaiful turun dari jabatan. ***



