POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus EN (34) seorang ibu di Bandung, Jawa Barat yang tengah ramai disorot publik.

Sebab, ibu tersebut ditemukan tewas mengenaskan usai melakukan tindak asusila dengan cara gantung diri.

Diketahui, aksi nekatnya itu dilakukan korban di kediamannya kawasan Kiangroke, Banjara, Bandung pada Jumat (5/9/2025).

Baca Juga: Lowongan Kerja untuk Lansia 2025, Boga Group Buka Peluang Usia 60 Tahun ke Atas

Namun, sebelum bunuh diri, EN terlebih dahulu racuni kedua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan) hingga tidak bernyawa.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media kaltimpost.jawapos.com pada Sabtu (6/9/2025).

Dalam artikelnya, insiden ini pertama kali diketahui oleh YS, suami korban yang baru pulang ke rumah usai bekerja.

Baca Juga: Guru Pensiun Lebih Cepat 5 Tahun, MK Diminta Samakan dengan Dosen

Saat tiba di rumah kontrakannya, YS tampak kebingungan lantaran pintu rumahnya dikunci dari dalam.

Oleh karena itu, suami korban dengan sigap langsung mengecek kondisi dalam rumahnya melalui ventilasi.

Namun, saat mengecek situasi, dirinya dikejutkan lantaran melihat sang istri sudah dalam keadaan tergantung.

Baca Juga: Karyawan 25 Tahun Tergusur AI, Ini Risiko dan Manfaat dari Kecerdasan Buatan

Yang mana, posisi EN saat itu diketahui berada di depan pintu kamar dalam keadaan terikat tali di bagian leher.

Hal ini turut dikonfirmasi langsung oleh Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara.

Menurut keterangan Luthfi, YS yang melihat istrinya dalam keadaan tidak bergerak sontak berteriak histeris meminta pertolongan para warga.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Ingatkan Pengusaha, Jangan Lakukan PHK! Utamakan Lapangan Kerja

Alhasil, warga yang mengetahui hal tersebut dengan sigap langsung mendobrak pintu rumah kontrakan YS dan EN.

Saat tiba di dalam rumah, warga dikejutkan dengan fenomena bahwa tidak hanya istri tetangganya saja yang meninggal dunia.

Melainkan, kedua anaknya juga berakhir mengenaskan usai diduga konsumsi racun yang diberikan oleh EN sebelum gantung diri.

Baca Juga: Biologi Joget

“Warga langsung mendobrak pintu. Saat masuk, ditemukan dua anak korban sudah tak bernyawa dengan jeratan tali di leher,” jelasnya.

“Korban perempuan ditemukan dalam posisi tergantung, sementara dua anaknya berada di ruang depan dan kamar,” terangnya.

“Keduanya ditemukan dengan tali yang masih menjerat di leher. Tidak ada luka terbuka pada tubuh para korban,” imbuhnya.

Baca Juga: Andi Yusran Nilai Kasus Laptop Chromebook akan Terhenti di Nadiem, Lingkaran Istana Tak Tersentuh

Tidak heran, para warga yang mengetahui temuan tersebut langsung melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Berdasarkan dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Luthfi menuturkan bahwa tidak adanya tanda-tanda tindak pidana.

Sebab, kondisi para korban yang ditemukan dalam keadaan tewas itu tidak memiliki sekujur luka fisik di tubuhnya.

Baca Juga: Terkuak, Praktik dr. Tatik Sulistyowati saat Tangani Penderita Kista BPJS RS Larasati Pamekasan

Namun, pihak kepolisian yang melakukan olah TKP menemukan selembaran kertas diduga surat wasiat dituliskan EN.

Dalam surat tersebut, korban menyampaikan keluh kesahnya yang kerap kali kesulitan menjalani kehidupan.

Kendati demikian, jasad ketiga korban masih dilakukan pemeriksaan di RS Sartika Asih guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov