POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila).

Seperti diketahui, nama Pratama Wijaya Kusuma belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai mahasiswa Unila tersebut dikabarkan telah meninggal dunia.

Baca Juga: Mobil BMW Christiano Pengarapenta Milik Siapa, IF Disuruh 2 Atasannya Ganti Pelat Nopol di Polsek

Yang mana, Pratama Wijaya Kusuma disebut tewas usai diduga disiksa senior saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) organisasi Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @jekkwalterz pada Minggu (1/6/2025).

Dalam unggahannya, Pratama dikonfirmasi meninggal dunia usai mendapat tindak penganiayaan oleh diduga seniornya.

Baca Juga: Pansel Direksi Perumdam Tirta Intan Garut Didesak Diganti

“Teman saya bernama Pratama Wijaya Kusuma dari Prodi Bisnis Digital 24 Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung meninggal dunia,” jelasnya.

“Setelah mendapat penyiksaan dari organisasi FEB, Mahepel (mahasiswa pecinta alam),” lanjutnya di-caption.

Perlu diketahui, insiden penganiayaan ini diketahui bermula saat Pratama dan beberapa rekan lainnya mengikuti diksar organisasi tersebut.

Baca Juga: Gaji ke-13 MULAI CAIR Senin 2 Juni tapi MAAF TIDAK untuk SEMUA PPPK dan PNS, Yakin Anda Menerima? Cek Anda Kategori Apa

Yang mana, kegiatan diksar itu disinyalir berlangsung saat korban masih berstatus sebagai mahasiswa baru (maba) pada (11/2024) kemarin.

Namun, kegiatan yang seharusnya berjalan khidmat dengan menanamkan nilai-nilai moral kepada para maba ini justru berkahir tragis.

Berdasarkan informasi beredar, pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada 10-14 November itu ternyata hanya kedok semata.

Baca Juga: Sosok Abu Hasan Al Asy’ari, Eks Dosen UINSU Disebut Pelaku Pelecehan Mahasiswi Juga Dikenal sebagai Ustadz

Sebab, acara tersebut ternyata digunakan oleh jajaran senior korban untuk melangsungkan perpeloncoan yang berujung pada tindak kekerasan.

Hal ini turut dikonfirmasi langsung oleh M Zidan Azzakri selaku koordinator massa aksi demonstrasi.

Seperti diketahui, Zidan dan beberapa puluhan mahasiswa lainnya menggelar aksi demonstrasi di salah satu gedung Unila.

Baca Juga: Satu Rumah Terbakar di Tambangan Jae, Warga Berjibaku Padamkan Api, Mobil Damkar Telat Datang

Tidak lain, mereka menggelar aksi itu guna meminta keterlibatan pihak kampus dalam menangani kasus tersebut.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, Zidan juga menjelaskan kronologi tewasnya Pratama usai mendapat tindak kekerasan.

Berdasarkan pengakuan koordinator massa aksi itu, Pratama berakhir meninggal dunia tidak lama setelah mendapat penganiayaan dari jajaran seniornya.

Baca Juga: Profil Abu Hasan Al Asy’ari, Eks Dosen UINSU Disebut Pelaku Pelecehan Mahasiswi

“Korban, khususnya Almarhum Pratama ini mulai sakit-sakitan sampai dengan bulan puasa (2025) beliau sudah memang tidak berdaya,” jelasnya.

“Sampai tanggal 28 bulan April kemarin, beliau (Pratama) menghembuskan nafas terakhirnya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Zidan juga menambahkan salah satu tindak penganiayaan yang diterima oleh korban.

Baca Juga: CBR Series Melesat Kencang di ARRC Sepang 2025, AHRT Sapu Bersih Podium Pertama

Yang mana, dirinya menyebutkan dengan jelas bahwa Pratama sempat mendapat penganiayaan dengan meminum sebuah cairan bahan bakar.

“Itu (korban) mulai dari ditendang perutnya, dadanya, ditonjok-tonjok, bahkan almarhum sampai minum spirtus,” jelasnya.

“Saking parahnya, itu tindakan-tindakan yang sangat tidak manusiawi,” tandas Zidan selaku koordinator massa aksi. ***