POJOKSATU.ID – Berikut kronologi kasus yang menimpa mahasiswi magang berinisial H (21) yang ramai diperbincangkan.
Seperti diketahui, korban mendapatkan pelecehan oleh Manajer Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Semarang, Jawa Tengah.
Yang mana, mahasiswi magang tersebut dipegang-pegang dan dipaksa oleh Manajer BUMN yang berinisial D.
Tidak hanya itu, korban yang magang di BUMN Sekarang ini juga dipaksa merokok hingga berbuat hal tak senonoh di depan pelaku.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari artikel milik portal jpnn.com pada Jumat (22/11/2024) yang membeberkan kasus tersebut.
Diketahui, kasus ini terkuak usai korban melaporkan kebengisan pelaku saat dirinya masih menjalani magang di BUMN tersebut.
Yang mana, hal ini bermula ketika korban diajak ke ruangan pribadi Manajer BUMN tersebut di Departemen Penyelamatan Aset.
Baca Juga: Ayah Vadel Laporkan Nikita Mirzani: Fitnah Ini Sudah Keterlaluan!
Tanpa berfikir panjang, korban sontak memenuhi panggilan pelaku lantaran dirinya masih berstatus sebagai mahasiswi magang.
Dalam pertemuan dengan Manajer tersebut, korban sempat datanya seputar posisinya magang hingga latar belakang pendidikannya.
“Awalnya saya tidak tahu apa apa, dan saya kan baru di situ, tidak tahu apa-apa. Saya kira disuruh perkenalan atau bagaimana,” ucapnya.
“Terus saya ditanya-tanyain dari kampus mana, semester berapa, alamatnya mana, namanya siapa," lanjut korban.
Namun, kasus mengenaskan itu terjadi setelah dirinya dipertanyakan tentang rekam jejak pendidikannya.
Yang mana, korban sontak mendapat perlakuan tak mengenakkan oleh pelaku yang berusaha rudapaksa mahasiswi magang tersebut.
Korban yang mendapat perlakuan ini langsung bergegas melarikan diri meninggalkan pelaku yang mencoba melecehkan dirinya.
“Habis itu, saya diajak omong yang macam-macam juga. Terus saya dipegang-pegang, di grepe-grepe," ujarnya, sambil berusaha untuk melarikan diri,” jelasnya.
Kendati demikian, pelaku justru menahan korban agar tidak kabur dan memberinya uang untuk tutup mulut.
Tidak hanya itu, pelaku yang telah bertindak asusila ini juga sempat mengajak korban untuk nongkrong di suatu tempat.
“Terus akhirnya, saya sampai dipegang pipi saya, langsung dicium. Saya sudah menolak, terus saya dikasih 50 ribu, ditawarin diajak ngopi,” jelas korban.
“Ini buat kamu naik grab supaya tidak ada orang tahu. Tapi saya tolak, dia terus ngasih ke saya, sampai di tempelin di payudara saya," lanjutnya.
Mendapat perlakuan itu, korban sontak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian melalui kuasa hukumnya.
Alhasil, kasus yang telah merugikan mahasiswi magang ini tengah ditindaklanjuti oleh pihak Polrestabes Semarang. ***



