POJOKSATU.id, ASAHAN—Humas Polres Asahan membeberkan kronologi meninggalnya siswa asal Simalungun bernama Pandu Brata Syahputra Siregar (18) yang kasusnya viral beberapa hari ini.

Siswa asal Desa Serdang Batu, Ujung Padang, Simalungun ini disebut tewas di Kota Kisaran pada 11 Maret 2025 dengan dugaan yang beredar akibat dianiaya polisi.

Menanggapi pemberitaan di media online dan juga info yang berkembang di media sosial, Humas Polres Asahan memberikan klarifikasi terkait kronologi sebenarnya kasus tersebut.

Baca Juga: UPDATE Hasil ALL ENGLAND 2025, Nasib 4 Wakil Indonesia, Fajar - Rian dan Rehan - Gloria Gugur, Sabar - Reza dan Leo - Bagas MASIH TANDING, Grego BESOK

Menurut keterangan resmi Humas Polres Asahan dikutip dari media24jamcom, kejadian ini bermula pada Minggu (9/3/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.

Polsek Simpang Empat Polres Asahan menerima laporan adanya sekelompok pemuda yang diduga hendak balap liar di Jalan Sungai Lama, Desa Perkebunan Hessa, Simpang Empat, Kabupaten Asahan.

Personel piket Polsek Simpang Empat lalu terjun ke lokasi dan menemukan sekitar 50 pemuda yang kemudian dibubarkan.

Selanjutnya, patroli dilanjutkan menuju Desa Sungai Lama. Saat patroli, personel mendapati satu sepeda motor dinaiki empat orang dan melaju dalam kecepatan tinggi dengan kondisi zigzag.

Ketika hendak dihentikan, pengendara sepeda motor tersebut justru melarikan diri. Polisi lalu melakukan pengejaran hingga di ke Desa Sei Lama.

Baca Juga: Terbaru, Sufmi Dasco Sebut Putusan Pengangkatan PPPK 2024 Diumumkan Pemerintah Pekan Depan

Salah satu pemuda yang berada di boncengan melompat dari motor dan jatuh tertelungkup ke tanah. Belakangan diketahui pemuda ini bernama Pandu Brata Siregar.

Pandu sempat mencoba melarikan diri dengan berlari, namun kembali terjatuh ke tanah.

Personel lalu mengamankan Pandu yang saat itu mengalami luka di pelipis kanan dan mengeluarkan darah akibat terjatuh.

Pandu lalu dibawa ke Polsek Simpang Empat dan segera dirujuk ke Puskesmas Simpang Empat untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah sekitar 30 menit dirawat, Pandu lalu dibawa kembali ke Polsek untuk dilakukan pembinaan.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Tujuan Ahok Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pertamina

Menurut Humas Polres Asahan, setelah tiba di Polsek Simpang Empat, Kanit Reskrim di sana lalu melakukan tes urine terhadap Pandu dengan hasil positif mengkonsumsi narkoba.

Seluruh kegiatan Pandu selama di Polsek terekam CCTV yang dapat menjadi bukti transparansi.

Lalu Minggu siang (9/3/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, keluarga Pandu yang diwakili Maruli Manurung mendatangi Polsek Simpang Empat untuk melihat kondisi Pandu.

Dan pada pukul 13.30 WIB, Pandu diserahkan kembali kepada keluarganya dalam keadaan sehat.

Pihak Polres menegaskan bahwa selama Pandu berada di Polsek Simpang Empat, tidak ada tindakan kekerasan atau tindakan fisik yang dilakukan selain pemeriksaan urine.

Hal tersebut dibenarkan keluarga Pandu, Maruli Manurung, yang juga membuat pernyataan melalui video bahwa tidak ditemukan adanya luka lain selain di pelipis kanan Pandu.

Sementara PS Kasi Humas Polres Asahan, Iptu Anwar Sanusi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk transparan dalam menindaklanjuti peristiwa ini.

Dia menyebut mereka akan bertindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau SOP dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Demikian kronologi kasus tewasnya Pandu Brata Siregar versi Polres Asahan yang kasusnya lagi viral saat ini karena dugaan dianiaya polisi.***