POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus oknum guru SMPN 1 Karangawen di kawasan Demak, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, belum lama ini salah satu tenaga pendidik SMPN 1 Karangawen mendadak viral di media sosial.

Tidak lain, hal ini terjadi lantaran oknum guru yang diduga bernama Dumadi itu menganiaya salah seorang siswa berinisial G.

Baca Juga: Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bagan Sinembah

Yang mana, pelaku melancarkan serangan dengan tendang kepala siswa SMPN 1 Karangawen saat masih berada di ruang kelas.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Infone Warga Karangawen pada Rabu (11/6/2025).

Dalam unggahannya, tampak jelas detik-detik Dumadi melancarkan serangan kepada korban yang ditonton oleh seluruh siswa.

Baca Juga: Diduga Ikut Bertanggungjawab Terhadap Dugaan Korupsi Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem Makarim: Keluarga Saya Anti Korupsi

“Peristiwa penganiayaan diduga dilakukan oleh seorang oknum guru IPA di SMPN 1 Karangawen, Kabupaten Demak,” jelasnya.

“Oknum guru yang diketahui inisial D ini diduga menendang kepala seorang siswa,” lanjut di-caption postingan.

Perlu diketahui, insiden ini bermula ketika korban dan teman-temannya tengah menjalani tes berupa ulangan.

Baca Juga: Autentikasi Jadi Syarat Wajib, Ini Cara Agar Dana Pensiun PNS Cair Tepat Waktu

Di mana, tes ulangan itu diberikan oleh Dumadi selaku oknum guru SMPN 1 Karangawen yang mengampu mata pelajaran IPA.

Namun, hal mengenaskan tiba-tiba terjadi usai oknum guru mendengar sebuah siulan dari salah satu murid.

Bukan main, mendengar siulan tersebut, Dumadi sontak menuduh hingga melancarkan serangan kepada G selaku korban.

Baca Juga: Jadi Korban Curas, Mahasiswi di Siantar Meninggal Dunia, Dua Pelaku Diamuk Massa

Padahal, korban disinyalir tidak terbukti melakukan siulan tersebut saat tengah mengikuti tes ulangan.

Yang mana, hal ini dikonfirmasi langsung oleh kakak kandung korban saat dikonfirmasi oleh awak media.

Fajar selaku kakak kandung korban sangat menyayangkan sikap oknum guru SMPN 1 Karangawen tersebut terhadap adiknya.

Baca Juga: Jadi Korban Curas, Mahasiswi di Siantar Meninggal Dunia, Dua Pelaku Diamuk Massa

Sebab, dirinya menuturkan bahwa adiknya sama sekali tidak melakukan siulan apalagi berbuat kericuhan.

“Adik saya mau ngerjain tes, terus Pak Guru denger suara siulan dikira adik saya, padahal bukan adik saya, tapi adik saya yang kena,” jelasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, SMPN 1 Karangawen maupun pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. ***