POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Nazwa Aliya (19) wanita asal Deli Serdang, Sumatera Utara.

Seperti diketahui, nama Nazwa Aliya belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran wanita lulusan SMK tersebut dikabarkan telah meninggal dunia.

Baca Juga: Prodi Manajemen Dakwah UIN Jakarta Hadirkan Pelatihan Dakwah dan Sosial Keagamaan untuk Warga Pulau Tidung

Yang mana, Nazwa Aliya tewas mengenaskan di salah satu rumah sakit Kamboja lantaran diduga overdosis obat-obatan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media sumutpos.jawapsos.com pada Kamis (21/8/2025).

Dalam artikelnya, insiden ini bermula saat korban diketahui berpamitan ke ibunya, Lanniari Hasibuan (53) untuk melamar pekerjaan.

Baca Juga: Seragam Siswa Sekolah Rakyat Diperkenalkan oleh Menteri Sosial Gus Ipul!

Berdasarkan informasi dihimpun, lamaran pekerjaan itu ditujukan Nazwa ke salah satu bank swasta di Medan, Sumatera Utara pada Selasa (27/5/2025).

Mengetahui inisiatif korban, Lanniari sontak mengizinkan putrinya melamar pekerjaan tersebut dikarenakan jarak tempat melamar tidak terlalu jauh.

Namun, Nazwa yang beralasan pergi melamar pekerjaan tersebut ternyata hanya tipuan semata agar ibunya terperdaya.

Baca Juga: Isi Surat Wasiat Mahasiswi di Surabaya yang Tewas Bunuh Diri, Singgung soal Percintaan?

Sebab, wanita lulusan SMK itu menggunakan kedok tersebut demi memuluskan rencananya untuk jadi pekerja migran di Kamboja.

“Lanniari menceritakan bahwa awalnya sang anak berpamitan untuk mengikuti wawancara kerja di Bank Central Asia (BCA),” jelas dikutip.

“Beberapa waktu kemudian, ia dikejutkan oleh kabar bahwa putrinya telah berada di Kamboja,” lanjut laporan.

Baca Juga: Menteri Sosial Berikan Pembekalan Intensif kepada Ribuan Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Rakyat!

Mengetahui putrinya berada di negara asing, Lanniari tanpa berpikir panjang menyuruh putrinya untuk segera kembali pulang.

Namun, permintaan sang ibu lagi-lagi tidak diindahkan oleh korban dengan tetap bersikeras mencari keberuntungan di Kamboja.

“Saya sempat menyuruh dia pulang melalui petugas bandara di Kamboja, tapi dia bilang akan baik-baik saja di sana,” ucap Lanniari.

Baca Juga: BESOK! Ribuan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Siap Sambut Pembekalan Langsung dari Presiden Prabowo!

Waktu silih berganti, Lanniari tiba-tiba mendapat kabar mengejutkan dari salah satu kerabatnya, seorang warga negara Inggris.

Yang mana, dirinya dikabarkan bahwa putri kesayangannya itu sedang menjalani perawatan insentif di State Hospital, Siem Reap, Kamboja.

Tidak lama setelah menjalani perawatan, Lanniari kembali mendapat kabar bahwa putrinya telah meninggal dunia pada Selasa (12/8/2025).

Baca Juga: UNJ Sambut 8.992 Mahasiswa Baru Lewat PKKMB 2025 Bertema “Edukasi untuk Bumi Lestari”

Berdasarkan keterangan yang diterima ibu korban, Nazwa berakhir tewas di rumah sakit akibat mengonsumsi obat Panadol berlebihan.

Hingga kini, pihak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Yang mana, koordinasi itu dilakukan dengan merancang agenda kepulangan jasad Nazwa ke Indonesia. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov