POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Muhammad Nastain (30) dosen asal Semarang, Jawa Tengah.
Seperti diketahui, nama Muhammad Nastain belum lama ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dirinya dikabarkan telah meninggal dunia di kawasan Depok, Sleman, Yogyakarta.
Yang mana, Muhammad Nastain ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di sebuah kamar kos.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsemarang.jawapos.com pada Kamis (24/4/2025).
Dalam artikelnya, Nastain dikonfirmasi merupakan dosen yang ditemukan tewas di dalam kamar kosnya.
Baca Juga: Bank Mandiri Gelar Aksi Hijau, Drop Box Daur Ulang untuk Bumi yang Lebih Berkelanjutan
“Seorang pria berinisial MN, 30 asal Semarang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos di Padukuhan Manggung,” jelas dikutip.
“Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan sudah membusuk,” lanjut laporan artikel.
Perlu diketahui, kasus ini terkuak usai pemilik kos-kosan menerima laporan warga terkait adanya bau tidak sedap pada Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Panduan Lengkap Update SDM untuk Keperluan Web Verval: Langkah-langkah Terbaru 2025
Di mana, bau tidak sedap itu diketahui berasal dari salah satu kamar kos, seperti halnya yang dilaporkan.
Mengetahui hal ini, pemilik kos bernama Dimas sontak mencari sumber bau yang telah meresahkan warga.
Tidak lama setelahnya, Dimas berhasil menemukan sumber bau tersebut yang berasal dari kamar Nastain.
Di mana, bau yang dicari-cari itu tidak lain berasal dari aroma jasad korban yang telah membusuk.
Alhasil, Dimas yang mengetahui hal tersebut sontak melaporkan penemuan jasad itu ke pihak berwenang.
“Saya buka gordennya, ternyata sudah (meninggal dunia). Terus saya langsung turun, bilang ke Pak RT,” tuturnya.
Berdasar dari pengakuan Dimas, korban disinyalir merupakan seorang dosen yang telah lama menginap di kos miliknya.
Di mana, Nastain disebut sebagai dosen sekaligus mahasiswa yang melanjutkan studi pendidikan S3.
“(Korban) kerja ngajar, tapi nggak tahu ngajarnya di mana. Setahu saya dia lanjut S3. Ini ada datanya dari UGM, dilihatin dari laptop. Terakhir dia S2,” lanjutnya.
Lebih lanjut, kasus ini juga turut ditanggapi oleh Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian.
Riski menuturkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan posisi tergeletak.
Hal ini diketahui Riski usai pihaknya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak lama setelah mendapatkan laporan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pemilik kos, ditemukan bahwa korban sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Riski juga menjelaskan terkait tudingan yang menyebutkan bahwa Nastain merupakan korban pembunuhan.
Yang mana, Kasatreskrim Polresta Sleman ini menyatakan bahwa tudingan tersebut masih belum bisa dipastikan.
Dikarenakan, dosen asal Semarang itu masih ditindaklanjuti oleh dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara.
“Mengenai adanya dugaan pembunuhan atau tidak, itu nanti tunggu hasil forensic,” terang Kasatreskrim Polresta Sleman. ***



