POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Michael Frederick Pakpahan (25), seorang sopir taksi online di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Seperti diketahui, belum lama ini nama Michael Frederick Pakpahan tengah ramai jadi perbincangan publik.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dirinya dikabarkan tewas lantaran telah menjadi korban tindak pidana berupa pembunuhan.

Baca Juga: Daurat Sampah di Jogja Siap Diatasi 5 Mesin Insinerator Akhir April Ini

Yang mana, Michael Frederick Pakpahan ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah goni pinggiran sungai kawasan Langkat, Sumut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media sumutpos.jawapos.com pada Jumat (11/4/2025).

Dalam artikelnya, korban yang ditemukan tewas di dalam goni itu dikonfirmasi merupakan seorang sopir taksi online.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Rp 18 Triliun Bansos Triwulan I 2025, Andalkan DTSEN untuk Penyaluran Selanjutnya

“Masyarakat digegerkan dengan adanya temuan mayat di dalam goni putih berukuran 50 kg di sebuah paluh,” jelasnya.

“Dapat dipastikan, mayat tersebut adalah sopir taksi online atas nama Michael Federick Pakpahan,” lanjut laporan artikel.

Diketahui, insiden ini mencuat ketika pihak keluarga korban melaporkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

Baca Juga: Ojol Pengirim Teror Kepala Babi ke Kantor Tempo Diamankan Polisi, Begini Statusnya

Yang mana, dalam laporan tersebut pihak keluarga mengadukan bahwa Michael dikabarkan telah menghilang.

Ditambah lagi, pihak keluarga juga mendapatkan kabar bahwa Michael telah jadi korban pembunuhan.

Sebab, korban yang berprofesi sebagai sopir taksi online ini tidak kunjung pulang selama beberapa hari.

Baca Juga: 15 Mahasiswa Jadi Korban Keganasan Dosen Pecinta Sesama Jenis, Polda NTB: Pelaku Sudah Dipecat di Tiga Kampus Tempatnya Mengajar

Berdasarkan informasi dihimpun, pihak keluarga tidak mendapatkan kabar dari korban sejak Minggu (6/4/2025).

Padahal, korban saat itu diketahui tengah mengambil orderan penumpang sekitar pertengahan malam.

“Usai menerima pesanan antar penumpang, korban disebut tidak dapat dihubungi sekitar pukul 02.00 WIB,” jelas dikutip.

Baca Juga: Prioritaskan PNS dan PPPK, Opsi Status Guru di Sekolah Rakyat Jadi Bahasan Utama Kemensos dan PANRB

Oleh karena itu, aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut sontak mengambil langkah tegas untuk mengusut kasus.

Waktu silih berganti, para penyelidik yang bertugas mencari keberadaan korban berhasil meringkus para tersangka.

Diketahui, ditangkapnya para tersangka ini tidak lain lantaran terbukti merupakan orang yang terakhir kali berinteraksi dengan korban.

Baca Juga: Kabar Gembira Guru PPG Piloting 1, 2, 3 Non PNS SKTPG: Info GTK Terbit, Cek Rekening untuk Aktivasi!

Namun, masih belum diketahui berapa tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut, selama proses interogasi berlangsung, terduga pelaku memberikan pernyataan yang mengejutkan kepada para penyidik.

Yang mana, dirinya mengaku telah membuang jasad korban di sebuah paluh aliran sungai kawasan Desa Pasar Rawa, Gebang, Langkat.

Baca Juga: Agomo Budoyo

Tidak hanya itu, pelaku juga menjelaskan bahwa goni yang mengangkut jasad Michael dimasukkan sebuah batu di dalamnya.

Hal ini dilakukan para pelaku agar mayat sopir taksi online tersebut tidak ditemukan lantaran terus mengendap di aliran sungai.

“Setelah itu, jasad korban dikemas dalam goni dan kemudian dibuang di paluh daerah Gebang,” jelasnya.

Baca Juga: Banyak Pelanggaran, Kementerian Lingkungan Hidup Kumpulkan Para Pengusaha se-Jabodetabek

“Di dalam goni, pelaku meletak batu sebagai pemberat agar tidak mengambang,” lanjut laporan artikel.

Mengetahui pernyataan tersangka, pihak kepolisian sontak bergegas mengecek lokasi guna mencari tahu keberadaan Michael.

Tidak lama setelahnya, para penyidik berhasil menemukan jasad korban di dalam sebuah goni pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: Contoh Soal UTBK SNBT 2025 dan Kunci Jawaban, Wajib Dicoba untuk Mengasah LOGIKA, Kemampuan KUANTITATIF dan Pemahaman VERBAL

Korban yang berhasil ditemukan itu sontak dievakuasi para penyidik dengan bantuan pihak terkait.

Hingga kini, pihak kepolian masih mendalami kasus tersebut tidak lain untuk mencari dalang pelaku pembunuhan.

Terlebih, mobil yang dijadikan korban sebagai mata pencaharian dikabarkan juga belum ditemukan penyidik. ***