POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02, Tempurejo, Jember, Jawa Timur.

Seperti diketahui, belakangan ini nama Kepsek SDN Sanenrejo 02, M Khobir (55) tengah ramai jadi sorotan publik.

Tidak lain, hal ini dikarenakan lantaran dirinya baru saja melakukan tindak pidana berupa penganiayaan terhadap tiga murid, AD, MN, dan FU.

Baca Juga: Hadir dalam Dua Varian, Mercedes Benz CLA Listrik Buatan China Tawarkan Jarak Tempuh 866 Km

Di mana, ketiga korban yang masih berusia belia itu ditampar dan ditendang hingga berujung babak belur.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Harian Pagi Radar Jember.

Dalam unggahannya, kasus ini berawal dari para murid yang hendak melangsungkan ujian pada Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: Kemendikdasmen Usulkan TKA Jadi Syarat Seleksi Akpol, Akmil, dan Sekolah Kedinasan, Simak Penjelasan Lengkapnya

Yang mana, pengawas pelaksanaan ujian saat itu diketahui merupakan seorang guru agama perempuan.

Namun, saat ujian hendak dilangsungkan, para murid justru sulit diatur hingga menyebabkan suasana kelas kurang kondusif.

Menyikapi hal tersebut, guru agama yang seharusnya menjalankan prosedur sebagai tenaga pendidik sontak keluar dari ruangan kelas.

Baca Juga: Gegara Tak Bisa Diatur, Kepala Sekolah SD di Jember Nekat Aniaya Tiga Murid Hingga Babak Belur

Sebab, berdasarkan informasi beredar, dirinya terlalu letih untuk mengamankan situasi dan kondisi murid saat itu.

Tidak lama setelah keluar dari ruangan, para murid perempuan langsung membujuk gurunya untuk kembali ke kelas.

“Guru yang diketahui perempuan itu langsung meninggalkan kelas menuju ke ruang guru,” jelas di-caption.

Baca Juga: Ini Dia Tiga Besar Pesantren Award 2025 Kemenag untuk Empat Kategori Penghargaa, Banyak Cerita Inspiratif, Bukan Seremonial

“Beberapa siswa perempuan menyusul guru tersebut ke ruang guru untuk membujuk kembali ke kelas,” lanjutnya.

Namun, sang guru justru tidak mau dan meminta para murid laki-laki yang menyebabkan keributan terlebih dahulu untuk minta maaf kepada dirinya.

Menyikapi hal tersebut, para murid yang diminta untuk menyampaikan permohonan maaf sontak menolak permintaan gurunya.

Baca Juga: Negeri Maupun Swasta, Wamendikdasmen Sebut Semua Sekolah Dapat Layar Pintar, Guru Terbaik Bakal Dipilih untuk Siaran Digital

Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar di telinga Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang langsung mengambil langkah tegas.

Yang mana, tanpa berpikir panjang, Khobir bergegas ke ruang kelas dan langsung melakukan penganiayaan terhadap tiga murid laki-laki.

“MN ditendang. Begitu juga dengan AD. Sementara FU ditampar dengan keras,” jelas dalam laporan.

Baca Juga: Rahasia Memilih Pekerjaan Sesuai Minat dan Bakat! Dari Tes Kepribadian hingga Peluang Karier

“Tindakan itu membuat ketiganya mengalami luka-luka dan trauma. Bahkan, AD mengalami luka cukup parah,” lanjutnya.

Tidak heran, insiden ini langsung ditanggapi oleh orang tua murid yang mendapati anaknya mengeluhkan rasa sakit sepulang sekolah.

Setelah diceritakan dengan detail, orang tua murid yang tidak terima anaknya diperlakukan demikian langsung menempuh jalur hukum.

Baca Juga: Ingin Kuliah Lancar tapi Tetap Bisa Cari Penghasilan? Ini Strategi Jitu agar Tidak Kewalahan

Hingga berita ini ditanyangkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan orang tua murid terkait insiden penganiayaan Kepsek SDN Sanenrejo 02.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov

Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran

Demikianlah kronologi Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02 di Jember aniaya tiga murid hingga berakhir babak belur. ***