POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Kenzha Erza Walewangko (22), mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Seperti diketahui, belum lama ini nama Kenzha Erza Walewangko tengah ramai jadi perbincangan publik.
Tidak lain, hal ini dikarenakan mahasiswa UKI tersebut dikabarkan telah meninggal dunia di area kampus.
Namun sampai saat ini, penyebab kematian Kenzha Erza Walewangko tidak kunjung selesai hingga menuai kontroversi.
Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media Antaranews.com pada Kamis (1/5/2025).
Dalam artikel tersebut, tidak selesainya kasus kematian mahasiswa UKI ini lantaran adanya dua pernyataan yang berbeda.
Baca Juga: Kupas Tuntas Bilangan Bulat Kelas 7, Siap- Siap Kamu Bakal Jadi Jagoan Matematika
Yang mana, pihak kepolisian menjelaskan penyebab kematian Kenzha lantaran mengonsumsi minuman keras (miras) dengan dosis tinggi.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly.
Nicolas menuturkan bahwa kasus kematian mahasiswa UKI tersebut tidak dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.
Dikarenakan, para penyelidik tidak menemukan dugaan kuat yang mengarah bahwa Kenzha merupakan korban tindak pidana.
“Kasus kematian Kenzha Erza Walewangko tidak dapat ditingkatkan penyelidikannya ke tahap penyidikan karena peristiwa itu bukan tindak pidana,” jelasnya.
“Untuk itu, penyelidik akan menghentikan proses ini dan melengkapi administrasinya,” lanjut Nicolas saat konferensi pers pada Kamis (24/4/2025).
Diketahui, Kapolres Metro Jakarta Timur juga menambahkan bahwa penyebab kematian Kenzha tidak lain lantaran jatuh ke dalam selokan.
Yang mana, jatuhnya mahasiswa UKI tersebut disinyalir dikarenakan pengaruh alkohol akibat konsumsi miras.
Alhasil, Kenzha yang jatuh ke dalam selokan tersebut menimbulkan luka di bagian kepala belakang.
“Korban jatuh ke dalam selokan, korban tidak bisa berdiri lagi. Yang mengangkat korban dari selokan dua orang saksi sekuriti yaitu WS dan AJW,” jelasnya.
“Dari hasil pemeriksaan TKP (Tempat Kejadian Perkara), darah-darahnya itu mulai bercucuran di selokan itu. Jadi, kita ambil darah-darah tadi,” lanjutnya.
Diketahui, pernyataan yang disampaikan pihak kepolisian ini senada dengan argumentasi dokter forensik.
Yang mana, dokter bernama Arfiani Ika Kusumawati menuturkan bahwa Kenzha terbukti mengonsumsi alkohol dengan dosis tinggi.
“Itu berarti korban tersebut mengonsumsi alkohol yang dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran,” jelasnya.
“Alkohol tersebut tidak menyebabkan meninggal, tapi dia berperan penting dalam penurunan kesadaran,” lanjutnya.
Baca Juga: Liburan Wu-Yi
“Ternyata, pada saat saya koordinasi dengan penyidik, ada adegan korban tersebut (jatuh ke selokan) dan posisi kepala di bawah,” imbuhnya.
Alih-alih demikian, pernyataan pihak kepolisian yang diperkuat dengan hasil medis ini justru tidak sesuai dengan pengakuan rekan korban.
Sebab, rekan korban bernama Eril dan Eliza Gilbert mengaku bahwa penyebab kematian Kenzha tidak lain akibat dianiaya.
Hal ini disampaikan langsung oleh kedua rekan korban di hadapan anggota Komisi III DPR dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Dalam pengakuannya, Eril menyebutkan bahwa awal mula insiden tersebut saat korban tengah dalam pengaruh alkohol pada Selasa (4/3/2025) kemarin.
Di mana, Kenzha yang sedang dalam pengaruh alkohol itu disinyalir membuat kegaduhan hingga menarik perhatian mahasiswa lainnya.
Diketahui, mahasiswa lainnya yang bernama Thomas, Gery, dan Delon ini sontak mendekati Kenzha dan melakukan penganiayaan.
“Geri, Thomas, dan Elon ini menghampiri korban untuk meminta keterangan,” jelasnya dikutip Pojoksatu.id dari portal jpnn.com.
“Kenapa lo masih teriak-teriak seperti itu? (ucap Gery) tidak lama kemudian, si Geri memukul dia. Memukul korban,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Bandung Perkuat Sistem Pengelolaan Aduan Masyarakat Lewat SP4N LAPOR!
Pihak keamanan kampus yang mengetahui hal tersebut sontak mengambil langkah tegas dengan mengamankan para pelaku.
Namun, salah satu pelaku berhasil lepas dari jeratan pihak keamanan dan langsung melancarkan serangan kembali.
Bukan main, pelaku lainnya yang bernama Thomas ini diketahui membanting korban hingga mengalami luka di bagian kepala.
Padahal, Kenzha saat itu disinyalir hendak dibawa ke rumah sakit terdekat melihat kondisinya yang mengenaskan.
“Saya melihat Thomas ini lepas dari jeratan sekuriti, berlari ke arah korban. Sampai akhirnya saya mendengar suara tulang ketemu tulang,” jelasnya.
“Kencang sekali. Sampai akhirnya korban jatuh, kepala korban sampai dibenturkan ke atas aspal,” lanjutnya.
Mendengar pernyataan para saksi, anggota Komisi III mengimbau kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut dengan tuntas. ***



