POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah (Jateng).
Seperti diketahui, belum lama ini nama Iko Juliant Junior tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.
Tidak lain, hal ini dikarenakan mahasiswa Unnes tersebut meninggalkan tanda tanya usai kematiannya beredar luas lantaran diduga dianiaya.
Terutama, pernyataan pihak kepolisian yang menyatakan bahwa Iko Juliant Junior tewas meninggal dunia akibat kecelakaan.
Baca Juga: Dukungan Digital Komdigi untuk Memperkuat Program Sekolah Rakyat Dari Kemensos
Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id langsung dari portal media radarsolo.jawapos.com.
Dalam artikelnya, insiden ini bermula ketika Iko berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kampus pada Sabtu (30/8/2025).
Setelah ke kampus menggunakan almamater, korban kembali ke rumah, namun tidak lama, temannya datang pada pukul 23.00 WIB.
Diketahui, kedatangan temannya itu tidak lain untuk mengajaknya pergi menjemput rekan-rekannya yang ditahan pasca aksi demonstrasi di Polda Jateng.
Tidak lama setelah kepergian Iko dan teman-temannya, hal mengenaskan justru menimpa keluarga korban.
Sebab, selepas dari kepergian tersebut, mahasiswa Unnes itu tidak kunjung memberikan kabar ke pihak keluarga.
Baca Juga: Menebar Cahaya Lewat Karya, Pijar Desa Ajak Masyarakat Dukung Ekonomi Kreatif Difabel
Hingga akhirnya, kabar mengejutkan menyasar ke pihak keluarga dengan menyebutkan bahwa Iko tengah dirawat di RSUP dr. Kariadi pada Minggu (31/8/2025).
Masih dalam kabar yang sama, korban disebut dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan Brimob Polda Jateng.
Tidak heran, dalam sekejap, pihak keluarga yang menerima informasi tersebut langsung mengunjungi korban ke rumah sakit.
Baca Juga: 4.907 Bus Transjakarta Beroperasi Normal, Pemprov DKI Percepat Perbaikan Halte Pascademo
Setibanya di rumah sakit, keluarga Iko dikejutkan dengan pernyataan dokter yang mengatakan bahwa korban megalami pendarahan hebat akibat kerusakan limpa.
Sehingga, korban mau tidak mau harus ditangani lebih lanjut dengan dioperasi guna memperbaiki kerusakan pada organ tersebut.
Setelah dioperasi, pihak keluarga kembali dikejutkan dengan kondisi Iko yang mengigau meminta ampun untuk tidak dianiaya lagi.
Baca Juga: Membabi Buta! Polisi Serang Kampus Unisba dan Unpas, Termasuk Posko Medis
“Ampun, pak, tolong, pak, jangan pukuli saya lagi,” jelas mahasiswa Unnes saat pemulihan pasca operasi.
Waktu silih berganti, Iko yang sempat ditangani dengan peralatan medis berakhir meninggal dunia pada Senin (1/9/2025).
Dalam unggahan beredar, tampak korban dalam foto jenazah sebelum pemakaman dipenuhi luka di sekujur wajah.
Hingga kini, publik masih menantikan perkembangan kasus tersebut yang dinilai banyak memiliki kejanggalan. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



