POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Seperti diketahui, belum lama ini nama Argo Ericko tengah ramai jadi perbincangan hangat publik.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai mahasiswa UGM tersebut dikabarkan tewas mengenaskan usai jadi korban kecelakaan.

Baca Juga: Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Yang mana, dirinya ditabrak oleh sopir BMW yang diduga dikemudikan oleh mahasiswa UGM juga bernama Christiano Pengarapenta Tarigan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @grophiuchus pada Senin (26/5/2025).

Dalam unggahannya, Argo dikonfirmasi telah meninggal dunia usai jadi korban kecelakaan maut.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tambah Julukan Gubernur Lambe Turah dan Otak Dangkal, Tanggapannya Malah Bikin Ketawa

“Argo Ericko Achfandi (19) wafat ditabrak BMW oleh mahasiswa dengan orang tua yang punya kuasa lebih untuk menutup kasus,” jelas di-caption.

Diketahui, insiden ini berawal dari Argo yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor pada Sabtu (24/5/2025).

Yang mana, mahasiwa UGM tersebut diketahui hendak kembali pulang usai mengadakan acara di kampus pukul 01.00 WIB.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Jual 4 Ekor Sapi dan Ambil Tabungan Demi Tunaikan Bonus Rp 1 Miliar ke Persib Bandung

“Argo naik sepeda motor B 3373 PCG, setelah Persiapan acara pentas seni kampus (UGM),” jelasnya.

Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat dirinya disinyalir melakukan putar balik di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta.

Berdasarkan informasi dihimpun, Argo yang berniat mencoba putar balik ini tiba-tiba ditabrak oleh pengemudi mobil BMW.

Baca Juga: Satu Dekade HRCK: Semangat Persaudaraan dan Solidaritas Bikers Karawang

Di mana, pengemudi mobil yang juga mahasiswa UGM tersebut melaju dari arah yang searah dengan korban.

Dikarenakan tidak dapat terelakkan, Argo berakhir meninggal dunia usai ditabrak oleh pelaku dengan kecepatan yang cukup kencang.

Alih-alih demikian, polemik permasalahan justru mencuat usai kasus kecelakaan ini beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Jadwal Lengkap dan Tiga Skema Pendaftaran Mahasiwa Baru Jalur SIMA Universitas Andalas

Yang mana, kasus kecelakaan ini dinilai janggal oleh publik lantaran pelaku dituding mendapat perlakuan istimewa.

Sebab, dirinya sampai saat ini masih belum ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan dalih terbukti tidak melanggar aturan.

Namun, pernyataan pihak kepolisian justru dibantah oleh khalayak ramai dengan beragumen bahwa Argo merupakan korban kecelakaan tindak pidana.

Baca Juga: Jangan Tertipu, Kenali Ciri Informasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) Resmi, Hindari Jebakan Penipuan

Dikarenakan, publik menduga bahwa saat kecelakaan berlangsung pelaku pengemudi BMW tengah dalam pengaruh alkohol.

Kendati demikian, pihak kepolisian justru membantah tudingan tersebut lantaran Pengarapenta tidak terbukti mengonsumsi alkohol.

“Penabrak diduga mabuk alkohol, tapi hasil uji dari Mapolresta Sleman menunjukkan tidak ada bukti alkohol,” jelasnya.

Baca Juga: Cara Kebun Raya Bogor Ajak Gen Z Menjaga Konservasi Alam Saat Sunset, Datangkan Musisi Tanah Air untuk Konser

Tidak sampai disitu, dugaan publik terus mencuat lantaran pengemudi BMW tersebut dinilai sangat arogan.

Berdasarkan informasi dihimpun, Pengarapenta yang disebut sebagai dalang tewasnya Argo ini berupaya mengambil tindakan tercela.

Yang mana, dirinya diduga kuat memberi suap kepada orang tua Argo senilai miliaran rupiah sebagai uang tutup mulut.

Baca Juga: Teruntuk Calon Peserta Didik Baru : Jangan Salah Pilih Jurusan, Kenali 10 Bidang dan Spektrum Keahlian SMK Sesuai Impianmu

Hingga kini, kasus tersebut terus bergulir menjadi perbincangan publik dikarenakan masih adanya kejanggalan. ***