POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Ardhitya Yoga Pramantara, dokter umum di Malang, Jawa Timur.
Seperti diketahui, nama Ardhitya Yoga Pramantara belakangan ini tengah ramai jadi perbincangan publik.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dokter umum tersebut tersandung skandal tindak asusila berupa pelecehan seksual.
Yang mana, Ardhitya Yoga Pramantara diduga telah lecehkan seorang pasien wanita di Persada Hospital, Malang.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @qorryauliarachmah pada Senin (21/4/2025).
Diketahui, pemilik akun ini merupakan sang korban yang mengaku telah dilecehkan oleh dokter umum tersebut.
Hal ini diungkapkan Qorry selaku pemilik akun tersebut lantaran banyaknya kasus serupa yang baru-baru saja terjadi.
Lebih lanjut, kasus ini bermula ketika korban melakukan cek kesehatan di Persada Hospital pada 2022 silam.
Yang mana, pengecekan tersebut dilakukan Qorry lantaran dirinya mengeluhkan rasa sakit akut di bagian kepala.
Baca Juga: Pendaftaran Jalur Mandiri USU 2025 Segera Dibuka! Cek Syarat, Jadwal, dan Biayanya
“Waktu itu aku mengalami sinusitis dan vertigo berat yang akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke IGD terdekat,” jelasnya.
Setelah melakukan pemeriksaan, dirinya disuruh untuk memberikan nomor WhatsApp (WA) oleh dokter umum tersebut.
Tidak lain, hal ini dilakukan Ardhitya yang diduga sebagai pelaku pelecehan itu mudah untuk berinteraksi dengan korban.
Dikarenakan, pelaku mewakili Persada Hospital ini menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan berupa rontgen korban akan dikirimkan melalui WA.
Hingga keesokan harinya, hasil rontgen tersebut dikirimkan langsung oleh pelaku melalui pesan pribadi.
Namun, hal tersebut justru dimanfaatkan oleh dokter umum itu untuk melancarkan aksi modusnya ke korban.
Baca Juga: PHK Massal Honorer di Deli Serdang Mulai Mei 2025, ini Alasannya! DPRD Desak Solusi Pemkab
Sebab, pelaku tidak hanya memberikan hasil pemeriksaan saja, melainkan kerap kali juga mempertanyakan privasi korban.
“Hasil rontgen tersebut keluar, dan yang menghubungi ternyata dokternnya sendiri,” jelas cuitan korban.
“Ternyata, dari situ dokter itu terus-terusan Whatsapp aku meskipun gak direspon yang isinya udah ke arah pribadi,” lanjutnya.
Baca Juga: Sowan ke Jokowi di Solo, Refly Harun Bongkar Menteri-menteri Tak Punya Mono Loyalitas Ke Prabowo
Tidak sampai disitu, korban yang menjalani rawat inap di ruang VIP ini tiba-tiba dihampiri pelaku pelecehan tersebut.
Di mana, Ardhitya yang berkunjung ke ruangan korban ini berdalih ingin mengecek kesehatan lebih lanjut.
Mengetahui hal ini, korban turut menyetujui maksud dari pelaku lantaran hanya cek lanjutan saja.
Alih-alih demikian, momen ini justru dimanfaatkan dokter umum tersebut untuk melancarkan aksinya.
Yang mana, saat melakukan pemeriksaan di bagian mata dan mulut, pelaku meminta korban untuk membuka baju.
Dengan maksud, pelaku pelecehan ini hendak mengecek ritme jantung korban menggunakan alat stetoskop.
Baca Juga: Tak Hanya Kades Eko Sujarwo, Bendahara Desa Kradinan Tulungagung Diduga Juga Ikut Korupsi Rp700 Juta
“Dia (Ardhitya) cek mata, mulut tiba2 dia keluarin stetoskop sambil bilang buka bajunya,” jelas korban.
“Dia periksa benar2 lama gak kaya biasanya, aku mulai gak nyaman, tapi dokter itu bilang sebentar aja,” lanjutnya.
Bukan main, pelaku yang tengah memeriksa bagian dada korban ini tiba-tiba mengeluarkan ponsel.
Diketahui, dokter umum tersebut mengaku hanya ingin membalas pesan yang disampaikan oleh temannya.
Namun, pengakuan Ardhitya itu justru dibantah oleh korban lantaran dirinya menduga bahwa pelaku hendak mengambil foto ataupun video.
Tidak hanya itu, korban juga bergegas menutup badannya yang terbuka dengan baju pasien yang dikenakannya.
Baca Juga: Kades Kradinan Tulungagung Ditangkap, Diduga Korupsi Dana Desa Rp700 Juta Ternyata Sempat Jadi Saksi
Mengetahui hal ini, Ardhitya yang tidak bisa berkata-kata sontak keluar dari ruangan pasien wanita tersebut.
“Akhirnya secara paksa aku tutup bajunya terus dia diem. Emng bodoh aku saat itu ga berani kasar karena aku takut,” pungkasnya.
“Akhirnya aku cuma bilang ‘permisi dok, saya mau istirahat’ baru di situ dokternya keluar,” lanjutnya.
Baca Juga: Ngobras On The Spot, Galuh LTT Sukseskan Swasembada Pangan
Hingga kini, kasus tersebut tengah dalam penyidikan lebih lanjut usai korban melaporkan kejadian. ***



