POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Aloysius Lede Bora (45) Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seperti diketahui, nama Aloysius Lede Bora belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai ASN Disdikpora Sumba Barat Daya itu telah jadi korban penganiayaan.
Yang mana, Aloysius Lede Bora ditikam oleh operator SD Katolik Ilhaloko bernama Emanuel Karsianto Sukardana (25).
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Nuz Lst pada Selasa (17/6/2025).
Dalam unggahannya, Aloysius dikonfirmasi telah menjadi korban penikaman operator SD Katolik Ilhaloko.
Baca Juga: Serangan Dompet
“Pegawai SD bernama Emanuel Karsianto Sukadana nekat menganiaya seorang ASN di Disdikpora Sumba Barat Daya, Aloysius Lede Bora,” jelas dikutip.
Diketahui, insiden mengenaskan ini terjadi saat pelaku berada di lingkungan Disdikpora pada Senin (16/6/2025).
Yang mana, Emanuel berada di lingkungan tersebut tidak lain untuk mengurus pencairan dana BOS SD Katolik Ilhaloko.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Momentum Ciptakan Pola Hidup Sehat di Masyarakat
Namun, dirinya tidak kunjung mendapat kepastian terkait proses administrasi yang dijalankan oleh pihak Disdikpora Sumba Barat Daya.
Padahal, operator SD Katolik Ilhaloko itu sudah mengajukan pencairan sejak berbulan-bulan lamanya, yakni pada (3/2026).
Oleh karena itu, Emanuel yang sudah terlanjur kesal dengan sikap Aloysius selaku Kasie Kurikulum Bidang SD sontak melancarkan serangan.
Baca Juga: Langkah Cepat Bupati Purwakarta Om Zein Atasi Pergeseran Tanah
Yang mana, dirinya nekat menikam pejabat ASN Disdikpora Sumba Barat Daya itu menggunakan senjata tajam (sajam) sekitar pukul 13.00 Wita.
Alhasil, Aloysius yang mendapatkan luka di sekujur tubuhnya itu sontak dilarikan ke rumah sakit terdekat usai ditikam pelaku.
Kasus ini juga turut ditanggapi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Ray Artika.
Baca Juga: Audiensi Soal Kasus Gebyar Batik Ditunda, DEAR Jatim Desak Kapolres Pamekasan Hadir dan Tegas
Ray menuturkan bahwa pelaku telah diamankan tidak lama setelah insiden penikaman itu terjadi di Disdikpora Sumba Barat Daya.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya juga mengonfirmasi motif pelaku melancarkan serangan kepada korban.
Tidak lain, korban melakukan hal nekat itu lantaran terlanjur kesal dengan sikap pegawai ASN tersebut terkait pencairan dana BOS.
“Benar, terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan pisau. Pelaku awalnya ajukan pencairan dana BOS,” jelasnya.
“Tetapi sering dikoreksi oleh korban karena di sekolah ini masih ada sedikit persoalan terkait data,” lanjutnya.
“Maka Kepala Bidang Pengelolaan SD memintanya agar ditunda dulu sambil mengecek data siswa yang ada di Dapodik,” imbuhnya.
Diketahui, hal ini senada dengan pengakuan Emanuel saat diinterogasi pihak kepolisian Polres Sumba Barat Daya.
Yang mana, operator SD Katolik Ilhaloko ini membenarkan motif dirinya melakukan penikaman tidak lain lantaran kesal dengan korban.
Sebab, Aloysius disebut pelaku kerap kali menunda proses pencarian dana BOS yang telah lama diajukannya.
Baca Juga: Wahabi Lingkungan dan Keberpihakan PBNU kepada Tambang
“Minta surat rekom cuma tidak dikasih padahal semua sudah beres,” jelas Emanuel saat diinterogasi polisi.
“Saya tikam dua kali,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial milik media Radar Sumba. ***



