POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus mengenaskan yang menyeret institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah ini.

Seperti diketahui, belum lama ini dua oknum polisi bernama Aiptu Kusno (46) dan Aipda Roy Legowo (38) tengah ramai diperbincangkan.

Yang mana, keduanya disebut telah bertindak pidana dengan melakukan pemerasan terhadap pasangan remaja di kawasan Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Buah-buahan Penyempurna Sahur, Tips Agar Berpuasa Lebih Tahan Lama!

Bukan main, dua oknum polisi di Semarang ini diketahui telah memeras korban sebanyak Rp2,5 juta.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @AgusMagelangan pada Senin (3/2/2025).

Dalam unggahannya, Aiptu Kusno dan Aipda Roy Legowo dikonfirmasi telah mencoreng nama baik instansi Polri.

Baca Juga: Hensat Analisa Mega dan Prabowo Segera Bertemu, Didahului Rekonsiliasi Ahok dan Anies

Sebab, keduanya disinyalir telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sepasang remaja yang sedang nongkrong.

“Pasangan remaja sedang nongkrong, didatangi sama polisi, ditanya-tanya nggak jelas, berujung dipalak 2,5 juta,” jelas di-caption.

Diketahui, kejadian mengenaskan ini bermula ketika para korban hendak bersantai di kawasan Jalan Telaga Mas, Kuningan, Semarang.

Baca Juga: Jantung Jonan

Di mana, sepasang remaja ini diketahui baru saja turun dari mobil yang dikendarai sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, korban yang memiliki tujuan untuk bersantai ini justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat.

Sebab, sepasang remaja yang baru saja memakirkan mobilnya ini tiba-tiba dihampiri oleh Aiptu Kusno dan Aipda Roy.

Baca Juga: DITUNDA KEMBALI, Menteri PANRB Jelaskan Faktor Utama PENYEBAB Pemindahan ASN ke IKN BELUM SIAP, Hunian ASN dan Ruang Kantor Juga BELUM RAMPUNG

Diketahui, kedua oknum polisi tersebut menanyakan maksud dan tujuan sepasang remaja ini tiba di tempat nongkrong.

Bukan main, korban berjenis kelamin pria yang sempat ditanya para pelaku ini tiba-tiba dibawa ke dalam mobil bersama oknum tersebut.

Yang mana, di dalam mobil para pelaku ini, korban diketahui diminta uang sebesar Rp2,5 juta tanpa sebab apapun.

Baca Juga: Perlunya BOSH dalam Pengembangan Food Estate di Kawasan Transmigrasi

Tidak hanya itu, korban juga dibawa ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lantaran tidak memiliki uang cash pada saat kejadian.

Mengetahui hal ini, pasangan wanita korban pria tersebut sontak berteriak meminta pertolongan warga setempat.

Dikarenakan, dirinya melihat jelas bahwa temannya dibawa paksa oleh oknum aparat kepolisian menggunakan mobil.

Baca Juga: Simon Tahamata, Legenda Ajax Disebut Jadi Dirtek Timnas Indonesia, Follow Akun Erick Thohir, Oom Simon Pulang ke Indonesia?

Diketahui, wanita tersebut berteriak usai kekasihnya baru saja dibawa kembali oleh para oknum polisi.

“Si cowok dipaksa masuk mobil pelaku buat ambil duit di ATM, si cewek kemudian teriak minta tolong warga,” jelasnya.

Oleh karena itu, warga setempat yang mendengar teriakan wanita tersebut sontak bergegas mengambil langkah tegas.

Baca Juga: GAS ELPIJI 3 Kilogram DILARANG DIJUAL di Warung, Masyarakat Harus Beli ke PANGKALAN, Pemerintah Sebut Alasan Ini

Yang mana, para warga setempat langsung mengepung mobil para pelaku tindak kejahatan tersebut.

Bukan main, para pelaku yang dikepung warga setempat ini sontak panik hingga mengembalikan uang milik korban.

Namun, uang yang dikembalikan kepada korban diketahui tidak sepenuhnya melainkan hanya setengah bagian.

Baca Juga: HASIL AKHIR Thailand Masters 2025, Dapat Empat Tiket di Final, Indonesia Hanya Rebut SATU GELAR di Tangan Ganda Putri Lanny/Fadia

“Warga datang, pelaku panik, duit dikembalikan 1 juta, warga yg ngepung makin banyak, pelaku makin panik,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, warga yang bertindak tegas ini sempat diancam nyawanya oleh para pelaku tindak pidana.

Yang mana, kedua oknum polisi ini mengancam menembak warga apabila masih nekat menghadang mobilnya.

Baca Juga: Gaji Pensiun ASN GAGAL CAIR, Taspen JELASKAN Ini, Pensiunan Guru, TNI dan Pegawai Juga Diminta WASPADA PENIPUAN, Begini Kasusnya

Namun, upaya tersebut digagalkan lantaran warga yang mengepung mobil para pelaku ini diketahui cukup banyak.

Tidak lama setelahnya, para pelaku akhirnya menyereah usai terlibat adu mulut yang cukup panjang dengan warga.

Terlebih, kedua oknum polisi di Semarang ini juga hampir diamuk warga lantaran telah melakukan tindak kriminal.

Baca Juga: Guru GEGER 'PERANG' Pendapat NRG KSG vs NRG Simtun, Simak Beda dan Fungsinya, Apakah KSG Diinput ke Dapodik? Simak Penjelasannya

Hingga kini, kasus tersebut tengah dalam tahap penyidikan oleh instansi Polri guna memberikan sanksi yang setimpal terhadap para pelakui.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolrestabes Semarang kombes Pol M Syahduddi terkait kasus tersebut.

Syahduddi menuturkan bahwa kedua pelaku tengah diinterogasi oleh para penyidik usai bertindak amoral terhadap sepasang remaja.

Baca Juga: BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Besar: Transaksi Capai Rp1,5 Triliun dan UMKM Siap Go Global

“Terhadap dugaan tindak pidana pemerasan akan di proses pidananya oleh Satreskrim Polrestabes Semarang,” ucapnya. ***