POJOKSATU.id, JAKARTA— Kesalahpahaman atau cekcok antara pemilik warung klontong 24 jam dengan oknum TNI AD inisial Sertu AW berujung terjadinya pengerusakan isi warung.
Dalam rekaman video yang beredar dan keterangan warga setempat, oknum TNI AD ini diduga tersulut emosi karena pemilik warung Madura sempat mengatakan ‘dasar jelek’.
Dalam rekaman video CCTV, awalnya seorang anggota TNI AD membeli rokok di Toko Adi Jaya pada Minggu sore (2/5) yang berlokasi di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ia hendak membayar menggunakan QRIS karena tidak membawa uang tunai.
Baca Juga: Bukan Ditusuk, Pemilik Warung 24 Jam Kemayoran Sebut Oknum Anggota TNI Kena Gunting yang Dia Pegang
Namun, penjaga toko menjelaskan bahwa pembayaran secara online tersebut dikenai biaya admin Rp 1.000. Sehingga selain harga sebungkus rokok, ada tambahan Rp 1.000 saat memindai QRIS.
Saat istrinya cekcok dengan oknum anggota TNI ini, dari video terlihat suami pemilik toko ini sempat menimpali dan memberi penjelasan bahwa biaya admin dikenakan sebab mereka juga membayar ke Bank Indonesia.
Sementara itu, menurut penuturan pemilik toko kepada salah satu warga bernama Maya, penjaga toko sudah menjelaskan alasan adanya biaya admin.
"Itu karena ada potongan dari adminnya dan segala macamnya," tutur Maya.
"Penjaga toko juga sempat menyarankan agar pembayaran dilakukan secara tunai saja jika tidak mau ada biaya admin. Tapi pelakunya itu tidak bawa cash, sehingga dia cekcok," jelas dia.
Setelahnya, anggota TNI tersebut marah dan menyebut bahwa dia merupakan anggota satuan militer.
Anggota TNI itu pun sempat mengancam agar penjaga warung jangan macam-macam kepada dirinya.
Mendengar ancaman itu, penjaga toko perempuan yang berada di dalam lalu berteriak.
“ Dikatakan ‘kalau kamu anggota, mau apa? Mau borgol saya’, gitu. Terus terjadi cekcok, ya sudah akhirnya marah-marah," tutur Maya.
"Mbak-mbak itu mengatakan 'jelek', 'dasar jelek' gitu," lanjut dia.
Mendengar hal itu, anggota TNI langsung memukul wajah perempuan penjaga toko.
Baca Juga: Viral Warung Klontong 24 Jam Dirusak Beberapa OTK Badan Tegap di Jakpus, Diduga Dipicu Salah Paham
Penjaga toko lain yang merupakan suami perempuan itu pun melerai dan menangkis pukulan yang hendak dilayangkan untuk kedua kalinya.
Anggota TNI sempat didorong dan terjatuh, lalu bangkit lagi.
"Bangun lagi lalu mukul suaminya mbaknya tadi. Pukul-pukulan di situ. Habis itu mungkin dia belum puas, lalu ambil gas 3 kg langsung menghancurkan semuanya," jelas Maya.
Saat itu, Maya sudang datang ke depan Toko Adi Jaya. Ia melihat anggota TNI sedang memukuli etalase rokok, etalase beras, dan kulkas es krim dengan tabung gas 3 kg.
Anggota TNI itu juga sempat masuk ke dalam toko untuk mengejar penjaga toko laki-laki yang membela istrinya.
"Oknumnya mengejar juga ke dalam buat hantam pakai gas. Jadi gontok-gontokan gitu di dalam," tutur Maya.
Setelah itu, prajurit TNI pulang ke markas yang tak jauh dari lokasi. Namun, ternyata oknum tersebut mengajak teman-temannya untuk datang ke lokasi toko.
Tak lama kemudian, lebih dari 10 prajurit TNI datang kembali ke Toko Adi Jaya.
Mereka kemudian mengeroyok pria penjaga toko.
"Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat," ujar Maya. Diduga, pengeroyokan terjadi karena prajurit TNI mengadukan dia ditusuk oleh penjaga toko.
Maya pun sempat melihat anggota TNI membuka baju dan memperlihatkan luka di perut.
"Terus akhirnya teman-temannya geram, langsung dihancurkan lagi (toko). Katanya sih dengar-dengar ada (penusukan)," kata Maya.
"Cuma ternyata saya dengar dari orang dalamnya (pihak toko) enggak ada. Dia kena barang yang dia pegang sendiri, gunting atau apa gitu," kata Maya warga setempat ini.***




