POJOKSATU.id, BANDUNG - Kronologi Bentrok Ojol vs Debt Colector di Bandung, Padahal Kang Ojol lagi Sakit
Bentrok ojol vs debt collector yang terjadi di Kota Bandung, ternyata dipicu penarikan sepeda motor seorang Ojol bernama Indra, yang sedang terbaring di rumah sakit.
Hal itu diungkap Ketua Harian Driver Bandung Raya, Amief, kepada wartawan, Rabu (8/3/2023).
"Dikarenakan sedang terbaring di rumah sakit, keluarga dari Indra dan sejumlah rekan sesama ojol meminta kepada debt colector mediasi agar diberikan keringanan," jelas Amief.
Mediasi tersebut kemudian dilakuan di kantor PT Rajawali. Sayangnya, debt collector tetap bersikukuh menarik sepeda motor dimaksud.
"Ternyata di sana tidak bisa, tetap unit mesti di dalam (ditarik) dan denda mesti dibayar," jelas Amief.
BACA: Lagi-lagi Bikin Ribut, Ojol Bentrok dengan Debt Collector, 5 Orang Luka-luka
Di tengah mediasi itulah, kata Amief, tiba-tiba datang debt colector yang diduga sebagai provokator memancing emosi para ojol.
Akibatnya, bentrokan ojol vs debt collector tidak bisa dihindari lagi.
Ketika terjadi bentrok, sambung dia, sejumlah debt colector mengeluarkan senjata tajam.
"Terjadilah pelemparan, kita tarik mundur, kita lempar balik. Mereka buka gerbang dan ada pakai samurai, ada balok, linggis," beber dia.
Akibat bentrokan tersebut, sambung Amief, 9 driver ojol mengalami luka.
Ada yang terkena luka pada bagian tangan, pelipis bahkan leher.
BACA: Giliran Anak Buah Prabowo Desak Polisi tidak Ragu Tangkap Deb Collector Pinjol Ilegal, Buru Markasnya, Jangan Cuma Satu Tempat
Kemudian, kata dia, tercatat pula adanya 23 unit motor milik ojol mengalami kerusakan.
"Pihak ojol terdata 9 korban, 23 unit motor," kata dia.
Atas adanya kejadian itu, Amief meminta kepada kepolisian menindak tegas debt colector yang telah berbuat kekerasan hingga mengakibatkan sejumlah ojol terluka.
"Kita lari ke rumah bapak kita di sini (Polrestabes Bandung), tindak lanjuti pidana. Daripada di sana terjadi massa lebih banyak lagi," terang Amief. (Arief/Pojoksatu)




