POJOKSATU.ID – Baru-baru ini jagat maya tengah dihebohkan dengan aksi pengeroyokan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Yang mana, salah seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berinisial DK (32) menjadi korban kekerasan oleh warga setempat.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban dikeroyok oleh 9 anggota Organisasi Massa (Ormas) saat tengah santai di Warung kopi (Warkop) dengan Senjata tajam (Sajam).

Diketahui, kronologi aksi kriminal yang bertepatan di Jalan Jalan Gandaria Tengah 5, Kramat Pela ini disebabkan karena hal sepele.

Sebagaimana yang dilansir Pojoksatu.id dari sosial media Instagram @jakut.info yang membeberkan kasus tersebut.

“Seorang anggota TNI berinisial DK (32) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang,” cuitnya.

“Yang diduga merupakan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jalan Gandaria Tengah 5, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” lanjutnya.

Kasus ini berawal dari korban yang saat itu tengah santai di salah satu warkop kawasan Kebayoran Baru pada Rabu (30/10/2024).

Bukannya menikmati kopi, korban justru didatangi oleh sekelompok pelaku sekitar pukul 02.00 WIB dengan sajam.

Yang mana, mereka mendatangi korban dengan maksud ingin mencari tahu keberadaan juru parkir bernama Jayadi.

Namun, anggota TNI yang tengah santai ini tidak mengetahui keberadaan sosok yang dicari oleh anggota ormas tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, Kompol Nunu Suparmi juga turut mengonfirmasi motif pelaku yang telah meresahkan warga sekitar.

“Jayadi merupakan salah seorang juru parkir di sana. Korban lalu menerangkan bahwa dia tak tahu di mana Jayadi,” ucapnya.

Tidak sampai disitu, Kompol Nunu menerangkan bahwa para pelaku yang sebelumnya bertanya kepada korban justru terlibat cekcok.

Alhasil tanpa sebab yang jelas, salah satu pelaku sontak langsung memukul korban lantaran tidak mengetahui keberadaan Jayadi.

“Salah satu pelaku bernama Beker langsung memukul korban sebanyak dua kali,” terangnya.

Tidak terima dengan perlakuan itu, korban sontak mengambil sikap dan mencoba melawan pelaku tersebut.

Alih-alih demikian, korban justru diancam oleh pelaku lainnya yang bernama Rezaldi dengan mengacungkan sebuah sajam.

“DK kemudian berdiri untuk memberikan perlawanan tetapi pelaku lain bernama Rezaldi mengeluarkan pedang untuk membacok,” utasnya.

Mengetahui hal tersebut, korban bergegas melarikan diri dari ancaman para pelaku bengis yang sedang mengejarnya.

Bukan tanpa rencana, anggota TNI ini mencari perlindungan kepada pihak kepolisian yang saat itu tengah berpatroli di kawasan sekitar.

Alhasil, salah satu pelaku yang mengancam korban dengan sajam berhasil diringkus aparat yang sedang bertugas.

Kemudian, pelaku yang berhasil ditangkap langsung dibawa ke markas kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“DK kemudian berlari lalu bertemu polisi yang sedang berpatroli. Satu pelaku kemudian ditangkap dan ditahan ke Polsek Metro Kebayoran Baru,” jelasnya. ***