POJOKSATU.id — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengerahkan layanan bus shuttle guna membantu pergerakan penumpang yang terdampak gangguan perjalanan KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Layanan tersebut diberlakukan dengan tarif normal dan diprioritaskan untuk mengangkut pelanggan yang sempat terhenti perjalanannya di Stasiun Bekasi Timur agar bisa melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Bekasi.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga: Taksi Green SM Sampaikan Duka Korban Kecelakaan KA Argo Bromo, Dukung Investigasi Dilakukan

Langkah ini diambil sebagai dampak dari proses evakuasi pasca insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

Sebagai respons, Transjakarta menyiapkan empat armada bus yang secara khusus difungsikan sebagai shuttle dengan rute Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi.

Seluruh unit dikerahkan untuk mendukung kelancaran perpindahan penumpang selama penanganan di jalur rel masih berlangsung.

Baca Juga: Kota Bandung Kunci Arah 20 Tahun ke Depan, Perda Kependudukan Siap Disahkan

Manajemen Transjakarta turut menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut, serta berharap proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar, dan seluruh pihak yang terdampak diberi kekuatan serta ketabahan.

Di sisi lain, PT KAI melaporkan bahwa sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Selain itu, 38 penumpang KRL Commuter Line juga telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di berbagai rumah sakit.

Baca Juga: DPRD Jabar Soroti IKM Kota Tasikmalaya: Serap Tenaga Kerja, Butuh Dukungan Serius Pemerintah

Data terbaru menyebutkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi lima orang.

Masih terdapat tiga korban yang dilaporkan terjebak, sementara 79 korban lainnya sedang menjalani observasi di sembilan rumah sakit berbeda.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa proses penanganan di lokasi kejadian masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman dan menyeluruh.***