POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) mengapresiasi aplikasi program cek pemilu yang dikembangkan oleh Lembaga ASA Indonesia.

Sebelumnya Bawaslu RI juga memberi apresiasi yang sama dan merasa terbantu dengan program yang dikembangkan ASA Indonesia.

Aplikasi Cek Pemilu yang dikembangkan ASA merupakan platform layanan pengecekan reputasi berbasis Artificial Intelligence dan Machine Learning yang dapat menginformasikan kepada para pihak yang berkepentingan terkait dengan reputasi seseorang yang akan maju pada Pemilu 2024. Baik Caleg maupun Capres dan Cawapres.

"Ide dan gagasan dari Asa indonesia sangat luar biasa dan tentu kami dari Pusdatin tentunya dari arahan pimpinan kedepan siap melaksanakan petunjuk dan arahan pimpinan," ujar Kapusdatin KPU RI, Nur Wahid Aliyusron, dalam rapat bersama ASA Indonesia, Selasa siang (17/2) di kantor KPU RI.

Syamsuddin Alimsyah, Ketua ASA Indonesia menjelaskan aplikasi cek pemilu tersebut didesikasikan ASA Indonesia kepada penyelenggara pemilu dan warga secara umum dengan harapan bisa berkontribusi maksimal dalam perwujudan demokrasi bermartabat di Indonesia. Salah satunya tentu dengan pemilu berintegritas.

"ASA Indonesia memiliki keyakinan kuat hanya pemilu berintegritas yang bisa melahirkan pemimpin berintegritas. Pemimpin berintegritas dimaksud adalah mereka memiliki rekam jejak yang baik. Oleh karenanya dengan melalui aplikasi ini kita berharap masyarakat tidak akan salah dalam menggunakan hak pilihnya. Masyarakat sebagai pemilih berhak mendapatkan pemimpin yang berintegritas," ujarnya.

Bahkan Syamsuddin mengingatkan pemilu ke depan masyarakat perlu diedukasi maksimal tidak asal menggunakan hak pilihnya.

"Jangan asal pilih kandidat, kenali dulu reputasinya," ujarnya.

Syamsuddin menjelaskan ASA Indonesia siap bekerja sama dengan para pihak terutama penyelenggara pemilu untuk menggunakan secara maksimal aplikasi tersebut.

Menurutnya, MoU perlu dilakukan untuk memastikan agar data yang tersaji dalam aplikasi tersebut digunakan secara benar sesuai kebutuhan dan kepentingan pengembangan demokrasi.

Pakar Siber ASA yang juga mantan Sekretaris Utama BSSN, Syahrul Mubarak mengakui problem utama yang dihadapi selama ini adalah proses input data.

Hal ini terkait karena di Indonesia ini ada banyak wali data atau sumber data yang sebenarnya tidak terkonsolidasi secara baik.

Melalui aplikasi yang dibangun ASA Indonesia, data tersebut dikonsolidasi secara baik dan valid untuk kemudian melahirkan informasi secara cepat kepada public.

Direktur Eksekutif ASA Indonesia Sutarno Bintoro, menjamin kevalidan data yang tersaji dalam aplikasi tersebut sudah terverifikasi dengan akurasi 100 persen.

Bintoro menjelaskan secara system dalam input data memiliki ketelitian sangat tinggi. ***