POJOKSATU.id, JAKARTA— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan lima tersangka dalam kasus korupsi pengadaan electronic data capture (EDC) yang identik di publik dengan mesin BRILink.
Lima tersangka dalam pengadaan mesin perangkat untuk menerima pembayaran pelanggan di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini antara lain mantan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.
Kemudian Direktur Digital Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo, SEVP Manajemen Aset dan Pengadaan BRI Dedi Sunardi, Direktur Utama PT Pasifik Cipta Solusi Elvizar serta Direktur Utama PT Bringin Inti Teknologi Rudy Suprayudi Kartadidjaja.
Baca Juga: Usai Dinas PUPR Madina Digeledah KPK, Ini Daftar Proyek Jalan 2023 dan 2024 di Mandailing Natal
KPK menyebut pengadaan mesin perangkat BRILink yang berkasus ini mulai tahun anggaran 2020 hingga 2024.
"Kerugian negara yang dihitung dengan metode real cost sekurang-kurangnya Rp744.540.374.314 (Rp744 miliar)," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (9/7/2025).
"Secara garis besar pengadaan ini nilainya adalah Rp 2,1 triliun," katanya lagi.
Asep mengatakan, KPK telah menggeledah sejumlah lokasi, termasuk dua kantor BRI, dua kantor swasta, dan lima rumah.
Baca Juga: Ada Mobil Ferrari Tak Ikut Dilaporkan, KPK Diminta Periksa Kadis Kelautan Jatim
Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita uang sebesar 200 ribu dolar Amerika Serikat yang diduga milik Catur Budi Harto. Selain itu, ditemukan juga sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.
Kelima tersangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 dan Pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Diketahui, mesin EDC BRI (Electronic Data Capture) pada dasarnya merupakan alat yang digunakan oleh agen BRILink untuk memfasilitasi berbagai transaksi perbankan, termasuk setor tunai, transfer, dan tarik tunai, sebagai bagian dari layanan BRILink.
Jadi, mesin EDC BRI adalah komponen penting dalam ekosistem BRILink. Dimana BRILink ini banyak dipakai masyarakat terutama yang lokasinya jauh dari perkotaan atau kota-kota besar.***




