POJOKSATU.id - Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan status tahanan rumah kepada seorang tersangka mendadak jadi sorotan publik.

Kebijakan ini dinilai tidak lazim dan memunculkan tanda tanya besar, termasuk dari Mahfud MD.

Dalam sebuah podcast Terus Terang, Mahfud secara terbuka mempertanyakan dasar keputusan tersebut.

Baca Juga: Videografer Dijerat Korupsi, Mahfud MD Meledak: Ini Clear Ceroboh!

Ia menilai langkah KPK kali ini berbeda dari praktik yang selama ini dikenal publik.

“Menurut saya pasti KPK ini mendapat tekanan,” ujar Mahfud, dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.

Bukan tanpa alasan Mahfud menegaskan, dalam praktik hukum yang umum, seseorang yang sudah ditahan seharusnya tetap berada di tahanan.

Baca Juga: Usai Bahlil Lempar Isu BBM Naik, Pertamina Malah Sebut Tak Ada Perubahan Harga, Lagi-lagi Bikin Warga Panik

Kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit, dan itu pun biasanya dirujuk ke rumah sakit, bukan dipulangkan ke rumah.

Ia bahkan menyebut keputusan ini tidak masuk dalam pola penegakan hukum yang wajar.

“Tidak masuk akal atau tidak lazim,” tegasnya.

Baca Juga: Militer Israel Tak Mau Disalahkan atas Gugurnya 3 Anggota TNI di Lebanon Selatan

Pernyataan itu langsung memicu spekulasi. Banyak yang menduga ada faktor di luar hukum yang ikut memengaruhi keputusan tersebut.

Apalagi, selama ini KPK dikenal cukup ketat dalam urusan penahanan tersangka.

Mahfud juga menyinggung soal rasa keadilan publik. Menurutnya, jika satu orang bisa mendapat perlakuan khusus, maka hal serupa seharusnya berlaku untuk kasus lain.

Namun faktanya, tidak semua tersangka mendapatkan kebijakan yang sama.

Kondisi ini dikhawatirkan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga: Militer Israel Tak Mau Disalahkan atas Gugurnya 3 Anggota TNI di Lebanon Selatan

Di tengah upaya pemberantasan korupsi yang terus digaungkan, keputusan yang dianggap janggal justru berpotensi menimbulkan kecurigaan.

Di sisi lain, Mahfud melihat ada kemungkinan dinamika internal yang tidak terlihat publik.

Ia mengisyaratkan bahwa tekanan bisa saja datang dari berbagai arah, sesuatu yang kerap terjadi dalam kasus besar.

Baca Juga: Videografer Dijerat Korupsi, Mahfud MD Meledak: Ini Clear Ceroboh!

Kini publik menunggu penjelasan lebih terang dari KPK. Sebab dalam isu sensitif seperti ini, transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan.***