POJOKSATU.id, JAKARTA—Hingga dua pekan sejak Arya Daru Pangayunan (39) ditemukan meninggal di kamar kosnya di Gondangdia, Menteng, Jakpus, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban.

Namun fakta baru terungkap, korban sudah menjual semua mobil dan motor miliknya demi berangkat sebagai Diplomat Kemlu ke Helsinki Finlandia akhir Juli 2025 ini.

Dan pada aktivitas terakhir korban di luar rumah, ternyata Arya Daru Pangayunan membeli baju di mal.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kekurangan Tenaga Kependidikan Non Guru, Kemensos Bakal Koordinasi dengan Pemda

Arya Daru menjual semua mobil miliknya karena berencana memboyong keluarganya ke Finlandia, anaknya juga sudah berhenti sekolah.

Menurut keterangan kakak ipar korban, Meta Bagus, Arya Daru telah menjual mobil dan semua kendaraan yang ada di rumahnya guna persiapan keberangkatan.

Tidak hanya itu, anak-anaknya juga sudah berhenti sekolah demi mengikuti jejak karier sang ayah.

"Kendaraan dijual semua sama almarhum, persiapan hampir 100 persen tinggal berangkat," katanya.

Baca Juga: Puluhan Wamen Kabinet Prabowo Rangkap Jabatan, Pengamat Anggap Ikuti Pola Salah Rezim Jokowi

"Sekarang anak-anak enggak ada sekolah, sudah keluar. Enggak sekolah sudah enggak sudah punya sekolah di sini sudah persiapan pindah," ujar Meta Bagus, baru-baru ini.

 

Arya Daru Belanja Baju

Arya Daru sempat berkomunikasi dengan istrinya saat ia sedang belanja baju di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Komunikasi itu adalah komunikasi terakhir ADP sebelum ditemukan meninggal dengan keadaan sangat tragis.

"Wah enak ya kalau masih ada mobil bisa langsung pulang nggak perlu antre taksi,” kata Meta Bagus menirukan percakapan Arya Daru dan istrinya Meta Ayu Puspitantri saat itu.

“Karena seluruh kendaraan mereka memang sudah dijual untuk persiapan tugas luar negeri," ungkap Meta Bagus.

Tugas ini merupakan kali pertamanya ADP berangkat bersama memboyong anak dan istrinya.



SDB Korban Dicek

Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengunjungi TKP di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025).

Anam memperjelas bahwa mereka mencek lokasi, detail kamar, rekaman CCTV, dan safety deposit box (SDB) atau kotak barang berharga milik korban.

“Kami melakukan pendalaman atas apa yang sudah kami dapatkan di Yogyakarta, termasuk informasi awal sebelumnya. Kami cek lokasi, detail kamar, rekaman CCTV, dan safety deposit box (SDB),” ujar Anam kepada wartawan di lokasi.

Anam menegaskan bahwa kunjungan ini bukan merupakan bagian dari olah TKP ulang.

“Enggak, enggak ada olah TKP ulang. Hanya cek TKP saja," katanya.

Sebelum mengecek TKP, Kompolnas lebih dulu menemui keluarga ADP di Yogyakarta pada Minggu (20/7/2025).

Dari pertemuan tersebut, Anam memperoleh sejumlah informasi penting yang belum pernah terungkap sebelumnya dalam kasus meninggalnya Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan.***