POJOKSATU.id, JAKARTA—Korban pembunuhan yang jasadnya dibawa keliling pakai motor oleh pelaku dan videonya banyak beredar di medsos ternyata bernama Al Bashar (32).

Korban pembunuhan ini berasal dari Lampung dan sengaja merantau ke Jakarta. Korban merupakan warga Dusun Sugih Waras, Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Selama ini korban bekerja di konveksi Hera Bordir di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Sementara pelaku pembunuhan bernama Nana alias Ragil (23) dan merupakan rekan korban di konveksi tersebut.

Baca Juga: TATA Cara Pemberian Gaji bagi PPPK, Lengkap dengan Syarat yang Harus Dipenuhi dan Jadwal Pembayaran!

Setelah menghabisi korban di tempat mereka bekerja, pelaku memasukkan jasad Al-Bashar dalam karung lalu membuangnya got di Batu Ceper, Tangerang.

Saat pelaku membawa mayat korban menggunakan sepeda motor untuk kemudian dibuang, aksi pelaku tertangkap CCTV milik Polda Metro Jaya ketika berada persis di sebuah jembatan.

Korban sendiri yang sudah dimasukkan ke dalam karung goni sengaja diletakkan di tengah motor di depan badan pelaku.

Dalam foto yang beredar, pelaku menggunakan sepeda motor matic berwarna biru putih, yang ternyata sepeda motor milik korban.

Baca Juga: Ini Kronologi Pembunuhan Dimana Jasad Korban Dimasukkan Karung dan Dibawa Pakai Motor Bebek

"Pelaku terekam kamera CCTV sedang membawa mayat korban dalam karung menggunakan sepeda motor," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Kamis (24/4/2025).

Bermotif Ekonomi dan Sakit Hati

Kasus ini berawal saat pelaku N alias R (23) merasa kesal dengan korban karena omongan pelaku tak didengarkan oleh korban. Kejadian pembunuhan ini terjadi pada Minggu (20/4/2025) atau sepekan lalu.

"Pada Minggu (20/4) sekitar pukul 13.30 WIB, saat korban dan pelaku bekerja di tempat bordir, sambil ngobrol terkait pekerjaan," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra saat konferensi pers, Jumat (25/4).

Dalam obrolan itu tersangka merasa tersinggung karena korban bersikap acuh kepada tersangka.

Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, karena tersangka merasa emosi dan juga dipengaruhi kebutuhan ekonomi, maka muncul niat tersangka untuk mencuri sepeda motor korban yang terparkir di tempat parkir.

"Tersangka sempat mengecek motor korban yang di tempat parkir, tetapi, motor tersebut tidak ada kuncinya sehingga ada niat tersangka untuk membunuh korban sehingga mendapatkan kunci motornya dan bisa mencuri motor korban," kata Wira.

Setelah mengecek motor, tersangka kembali untuk berpura-pura membantu korban.

Saat korban lengah, tersangka secara tiba-tiba menyikut dengan tangan kanannya dan mengenai tengkuk korban. Korban pun melaksanakan pembunuhan di lokasi konveksi tersebut.***