POJOKSATU.id - Penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung hingga Minggu (16/8/2026).
Tim SAR kini memusatkan operasi pencarian dan pertolongan di dua wilayah yang terdampak gempa.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan, hingga Minggu pukul 08.30 Wita, tercatat 112 orang terdampak gempa.
Baca Juga: Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Khusus Peringatan HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026
Rinciannya, 48 orang meninggal dunia dan 64 lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
"Jumlah tersebut masih sementara dan dinamis," kata Fathur di Maumere, Minggu.
Menurut Fathur, proses pendataan dan verifikasi korban masih dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berbagai unsur potensi SAR.
Data korban dapat berubah seiring petugas melakukan penyisiran dan memastikan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Keluarga Proklamator dan Mantan Kepala Negara Dipastikan Terima Undangan Peringatan Kemerdekaan
Saat ini, operasi SAR difokuskan di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.
Tim gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan di wilayah yang terdampak paling parah.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena juga meminta seluruh bupati di wilayah Flores segera melakukan pengecekan kondisi daerah masing-masing.
Baca Juga: Mensesneg Apresiasi Semangat Nasionalisme Anak Muda di Panggung HUT ke-81 RI
Pemeriksaan meliputi pendataan korban meninggal, korban luka, kerusakan bangunan, serta dampak lain akibat gempa.
Gempa berkekuatan M7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Di tengah proses penanganan, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah daerah bersama tim SAR juga masih memperbarui data dampak bencana untuk memastikan seluruh korban dan kerusakan dapat teridentifikasi. ***




