POJOKSATU.ID - Tragedi ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025) pagi, menelan korban jiwa sebanyak 13 orang.

Salah satu korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Kepala Gudang Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kolonel Cpl Antonius Hermawan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menyebutkan bahwa dari total 13 korban meninggal dunia, empat di antaranya adalah prajurit TNI AD dan sembilan lainnya merupakan warga sipil.

Baca Juga: SPMB Kota Bandung, Pendaftaran DIMULAI 23 Juni, Cek Jadwal dan Syarat Lengkap TK, SD Hingga SMP Setiap Jalur

Daftar Prajurit TNI AD yang Gugur
Berikut ini adalah nama-nama prajurit TNI AD yang gugur dalam insiden ledakan tersebut:

1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan – Kepala Gudang Puspalad

2. Mayor Anda Rohanda

3. Kopda Eri Dwi Priambodo

4. Pratu Aprio Setiawan

Baca Juga: INFO PENTING PPG Guru Tertentu Tahun 2025: Proses Pembelajaran, Pembuatan Modul hingga Pelaksanaan UKPPG!

Kristomei menyatakan bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk dilakukan proses autopsi.

“Para prajurit yang gugur akan disemayamkan di Puspalad, sementara sembilan warga sipil akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, dengan pendampingan aparat,” ungkapnya.

Sementara, berikut daftar masyarakat sipil yang menjadi korban dalam insiden tersebut:

Baca Juga: Kupas Tuntas BPUPKI: 20 Contoh Soal Beserta Jawaban Dan Pembahasan untuk Siswa Kelas 7

5. Agus bin Kasmin

6. Ipan bin Obur

7. Anwar bin Inon

8. Iyus Ibing bin Inon

9. Iyus Rizal bin Saepuloh

10. Toto

Baca Juga: 20 SMA Terbaik di Depok dan Bogor Berdasarkan Nilai UTBK 2022, Acuan untuk SPMB 2025

11. Dadang

12. Rustiawan

13. Endang

Kapuspen TNI juga menjelaskan bahwa penyebab pasti dari ledakan masih dalam proses investigasi.

Dugaan sementara, setelah ledakan awal terjadi, sebagian orang mengira proses pemusnahan telah selesai.

Namun ternyata, masih ada amunisi yang belum meledak sepenuhnya, yang akhirnya memicu ledakan susulan.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Serukan Semangat Waisak untuk Perdamaian Dunia dan Persatuan Bangsa

“Nanti akan kita lihat, apakah ledakan susulan itu terjadi karena masih ada munisi aktif atau karena proses detonasi yang belum selesai,” ujar Kristomei.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi kegiatan pemusnahan amunisi tersebut sudah sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku, dan merupakan lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut yang selama ini digunakan untuk keperluan pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti mengapa warga sipil berada di dekat lokasi pemusnahan amunisi.

Baca Juga: TNI dan Warga Karawang Bersihkan Irigasi di Adiarsa Timur, Terinspirasi Gebrakan KDM

Investigasi lebih lanjut akan menentukan apakah terdapat kelalaian atau kesalahan prosedur dalam pengamanan area yang seharusnya steril dari warga sipil. ***