POJOKSATU.ID- Sebelum meninggal dunia Fatir Arya Adinata (12) yang merupakan siswa pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Jatimulya, sebelum meninggal dunia sempat mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit.
Kuasa hukum korban, Mila Cheah, menjelaskan, pada tanggal 18 November 2023 sekitar pukul 8 malam nafas fatir sesak lalu oleh pihak keluarga dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Setelah di cek oleh dokter ternyata ada cairan yang menggenang di paru paru Fatir dan harus dilakukan tindakan penyedotan cairan dan Fatir di rujuk kembali ke RS Dharmais," ucap Mila saat dikonfirmasi Pojoksatu.id, Kamis 7 Desember 2023.
Dia menerangkan, pada tanggal 20 November Fatir di bawa ke Rumah Sakit Dharmais untuk mendapatkan perawatan.
"Korban baru bisa masuk ke ruang perawatan pada tanggal 21 November 2023 pukul 22.10 WIB, pihak rumah sakit melakukan tindakan penyedotan di paru-paru dan cairan darah berhasil dikeluarkan sebanyak 600 ml dan 700ml," ungkap Mila.
Selanjutnya, Mila menerangkan, pada tanggal 26 November 2023, Fatir harus menjalani amputasi di Rumah Sakit Dharmais.
Baca Juga: IPB University Masuk Ranking Ke-35 Dunia Berdasarkan QS World University Rankings 2024
"Setelah menjalani operasi amputasi pada tanggal 27 November Fatir diizinkan pulang oleh dokter rumah sakit Dharmais," tutur dia.
Akan tetapi, kata Mila kondisi Fatir mengalami penurunan pasca dilakukan amputasi. Pada tanggal 1 Desember 2023 kondisi Fatir kritis dan dirawat di RS Hermina Bekasi.
"Di rumah Sakit Hermina Bekasi, Fatir harus di pindahkan ke Ruangan Isolasi pada tanggal 5 Desember," jelas Mila.
Baca Juga: Diskon Hingga 80 Persen! Ini Dia Promo Tiket Pesawat Garuda Indonesia untuk Liburan Akhir Tahun
Fatir dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 7 Desember 2023, di Rumah Sakit Hermina Kota Bekasi pada pukul 02.25 WIB.
Diberitahukan sebelumnya, Seorang bocah berinisial Fatir Arya Adinata 12 tahun yang merupakan siswa Siswa SDN 09 Jatimulya, harus diamputasi karena menjadi korban Perundungan.
Berdasarkan informasi yang diterima Pojokbekasicom, bahwa Perundungan yang dialami korban sudah terjadi sejak Februari 2023.
Orangtua Fatir, Diana Novita, menerangkan, bahwa Perundungan tersebut dilakukan oleh rekan-rekan di sekolahnya.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Wisata untuk Liburan Tahun Baru di Puncak Bogor
Diana mengatakan, saat itu anaknya sedang berjalan ingin ke kantin dan tiba-tiba temennya menyelengkat atau ditendang dari arah belakang. Sehingga korban, terjatuh dengan kondisi luka di bagian tangan dan memar Pada dengkul kaki.
"Temen-temennya bukan menolong tapi justru menertawakan dan mengolok-olok. Anak saya juga diancam agar tidak melaporkan ke guru serta orangtuanya," ucap Diana, kepada awak media, Selasa 31 Oktober 2023.
Aksi bullying yang dilakukan oleh temen-temen terus berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Orangtuanya baru mengetahui aksi kekerasan serta bullying ketika sang anak tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena sakit dibagian kakinya.
Baca Juga: 6 Ide Menu Bakar-bakar yang Lezat untuk Tahun Baru Bareng Keluarga atau Teman
"Awalnya anak saya tidak mau cerita, namun karena dipaksa akhirnya anak saya cerita aksi bullying yang dilakukan temen-temennya," tutur dia.
Dia mengaku, sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dan juga keluarga pelaku. Akan tetapi, aksi bullying tersebut dianggap hanya bagian dari bercanda antar temen.
“Saya sangat kecewa dengan kondisi anak saya yang sedang sakit dan harus terus menjalani pengobatan tapi dianggap bukan sesuatu yang buruk. Aksi bullying yang dilakukan teman-temannya di kelas juga dianggap hanya sebuah bercandaan,” jelas Diana.
Karena aksi bullying yang didapatkan anaknya tersebut, Diana menjelaskan sang anak harus menjalani amputasi pada bagian kakinya.
Baca Juga: Makan Siang dan Susu Gratis! Program Prabowo Gibran Meringankan Beban Keluarga Prasejahtera
Dokter di RS Dharmais memutuskan melakukan tindakan operasi amputasi karena kondisi kaki Fatir yang dalam observasi terakhir didiagnosis kanker tulang. Hasil pemeriksaan sebelumnya di RS Hermina, diagnosis berupa infeksi bagian dalam.
Upaya mencari second opinion sebelum dilakukan tindakan operasi ke sejumlah RS lain seperti RS Pondok Indah dan RS Cipto Mangunkusumo juga telah dilakukan.
Lantaran kondisi kaki Fatir yang terus memburuk tindakan amputasi harus dilakukan dan dirujuk ke RS Dharmais.
"dokter mendiagnosisnya mengalami kanker tulang dan harus dilakukan operasi", katanya. ***




