POJOKSATU.ID - Revitalisasi kawasan Gedung Sate dengan nuansa arsitektur Sunda memantik perdebatan di kalangan warganet Bandung.
Beberapa elemen baru seperti gapura merah bata, pajangan gamelan.
Hingga kereta kencana mulai dipasang di area ikon pemerintahan Jawa Barat tersebut.
Namun sebagian warga mempertanyakan apakah konsep baru ini selaras dengan karakter historis Gedung Sate yang dikenal dengan estetika kolonialnya.
Baca Juga: Matematika Seru: Cara Bikin Konsep Numerasi Lebih Hidup di Kelas
Dalam berbagai komentar di media sosial, sejumlah pengguna menyampaikan keberatan mereka terhadap perubahan visual tersebut.
“Punten, teu cocok,” tulis seorang warganet di Instagram.
Merasa bahwa nuansa anyar itu tidak menyatu dengan arsitektur bangunan utama yang berwarna putih dan memiliki ciri khas perpaduan Indo-Eropa.
Di balik perdebatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa revitalisasi kawasan ini bertujuan memperkuat identitas budaya daerah.
Baca Juga: Korupsi dan Gratifikasi Kian Marak Pejabat Kembali Disorot Soal Integritas dan Gaya Hidup
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Jawa Barat, Mas Adi Komar, menyebut desain baru itu dirancang.
Untuk menghadirkan karakter Jawa Barat yang lebih menonjol di ruang publik.
“Desain gapura dan pagar ini menjadi simbol karakter arsitektur Jabar yang lebih tegas dan estetis,” ujarnya.
Proyek revitalisasi senilai Rp3,9 miliar itu masih dalam pengerjaan dan akan melalui tahap penyesuaian warna agar tetap selaras dengan dominasi putih Gedung Sate.
Pemerintah juga memastikan bahwa konsep budaya yang dihadirkan tetap mempertimbangkan harmonisasi visual.
Dengan bangunan utama yang berstatus cagar budaya.
Meski demikian, diskusi di dunia maya terus bergulir.
Sebagian masyarakat mendukung upaya ini sebagai langkah memperkaya identitas lokal.
Baca Juga: Jokowi Bilang AI Nggak Bakal Hilangin Kerjaan, Optimis Atau Hanya Memberi Harapan?
Sementara pihak lain menilai bahwa revitalisasi harus lebih sensitif terhadap nilai historis yang sudah melekat pada Gedung Sate.
Perdebatan ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional warga Bandung terhadap ikon kebanggaan mereka tersebut.
Ke depan, Pemprov Jabar berharap penyempurnaan desain dapat meredakan kontroversi.
Dan menjadikan kawasan Gedung Sate sebagai ruang publik yang tidak hanya representatif secara visual, tetapi juga mencerminkan karakter budaya Jawa Barat.***




