POJOKSATU.id - Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi secara fluktuatif sejak meletus pada Senin (4/11/2024).
Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik dan mengeluarkan sejumlah material panas seperti batu dan abu vulkanik.
Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki ini mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga dan fasilitas umum.
Sejumlah desa dalam radius dampak dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: PAFI Kutai Barat Beri Peringatan Bahaya HIV
Warga di bawah lereng gunung kini masih berada di tenda-tenda pengungsian yang disediakan.
Salah satu titik pengungsian di Desa Konga menampung sekitar 600 orang warga.
TNI, Polri, dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut membantu menyiapkan tenda dan makanan untuk pengungsi di Desa Konga.
Imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sejumlah jalur menuju kawasan tersebut sempat tak dapat diakses.
Jalur Trans Timor Rentuka sempat ditutup oleh pohon dan material abu vulkanik.
Namun jalur tersebut telah dibersihkan dan kembali normal.
Sementara itu untuk jalur udara hingga saat ini masih belum kembali normal.
Penerbangan di Bandara Frans Seda dan Bandara Ende masih ditutup akibat abu vulkanik.
Di Desa Konga, terdapat ratusan pengungsi yang masih membutuhkan matras, pakaian layak pakai, dan makanan siap saji.
Selain ratusan warga yang mengungsi di Desa Konga, ada ribuan warga lain yang mengungsi di sejumlah titik.
"Sebanyak 2.828 orang telah mengungsi ke berbagai titik pengungsian yang tersebar di empat lokasi di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura. TNI bekerja sama dengan Polri, Basarnas, dan berbagai instansi terkait memastikan para pengungsi mendapatkan makanan, air bersih, serta perlengkapan medis,” ungkap Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dilansir dari JawaPos.
Saat ini evakuasi dan penyaluran bantuan masih terus dilakukan oleh BPBD dan instansi terkait.***



