POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum David Ozora, Mellisa Anggraini, mengungkap kondisi terkini ingatan David Ozora (17) yang belum sepenuhnya pulih dan masih sulit bedakan fakta dan imajinasi.

Disebabkan kondisi ingatan anak Jonathan Latumahina yang belum pulih ini, maka dokter yang merawatnya menyarankan David bersekolah sebagai bagian dari terapi pemulihannya.

Korban penganiayaan Mario Dandy Satrio (20) ini disarankan menjalani aktivitas pemulihan usai dirawat selama dua bulan di rumah sakit (RS).

David diketahui mulai bersekolah sebagai bagian dari terapi pada Rabu (3/5/2023).

Baca Juga :

Jonathan Latumahina Ungkap Rafael Alun Bagai Mafia, Bisa Mainkan Kaki-kakinya Lintas Institusi

Kegiatan David yang menghabiskan waktu di sekolah dilakukan untuk mempercepat penyembuhan.

Kuasa hukum David, Mellisa Anggraini menyebut, kliennya mulai diarahkan untuk ke sekolah untuk membantu meningkatkan psikis dan kognitifnya.

"Tentu berdasarkan saran dan pantauan dokter ya, jadi hasil konsultasi bersama dr Yeremia Tatang, SpS, beliau menyarankan agar David kembali ke sekolah,” kata Mellisa saat dikonfirmasi, Kamis (4/5/2023).

“Hal ini perlu untuk membantu pemulihan psikis dan kognitifnya, terutama yang berhubungan dengan tingkat emosi dan daya ingat," ujarnya lagi.

Sejauh ini, ingatan David belum sepenuhnya pulih. Hal ini dikarenakan ada memori yang belum sepenuhnya yang diingat oleh David pascapenganiayaan.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan putra Jonathan Latumahina ini sempat mengalami kesulitan untuk membedakan antara sesuatu yang nyata dan imajinasi.

Oleh karena itu, lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu memulihkan memori ingatannya secara perlahan.

"Selama di sekolah, ananda D tidak dipaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).Dia hanya hadir untuk merasakan sensasi di sekolah seperti apa," tutur Mellisa.

Saat bersekolah, David menghabiskan waktu lebih dari 7 jam di sekolah dan berjalan baik. David tampak senang karena bisa kembali ke tempat dia mengenyam pendidikan dan berjumpa dengan teman-temannya.

Seluruh guru dan teman-temannya bahkan menyambut baik dan memberikan dukungan agar proses pemulihan kondisinya bisa segera kembali.

"Dia di sekolah mulai pukul 07.00-14.30 WIB. Alhamdulillah teman-teman dan guru semua support D. Mereka memahami kegiatan D adalah bagian terapi dari assesment kognitif dan psikisnya," tutup Mellisa.

reporter: fandi