Kompolnas Warning Polri, Teddy Minahasa Cs Bukti masih Ada Oknum Polri 'Makan' Narkoba

POJOKSATU.id, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mewanti-wanti Polri agar memperketat pengawasan internal terhadap barang bukti hasil kasus peredaran narkoba.

Berkaca dari kasus Teddy Minahasa Cs, Kompolnas menyebut hal itu sangat mencoreng institusi kepolisian akibat lemahnya pengawasan internal terkait barang bukti kejahatan narkoba.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyebut pengawasan ketat merupakan langkah pencegahan yang penting agar tak ada lagi oknum polisi yang memanfaatkan barbuk narkoba.

"Tentu harus diperketat lagi pengawasan barang bukti narkoba," tegasnya saat dihubungi, Kamis (11/5/2023).

Kasus yang dilakukan Teddy Minahasa Cs itu jelas menunjukkan masih adanya oknum-oknum polisi yang 'makan' narkoba.

"Ini menunjukkan masih ada oknum yang nekat melakukan penyimpangan," papar dia.

BACA; Terkuak, Alasan Hakim Tak Vonis Mati Teddy Minahasa, Ternyata Gara-gara Pengakuan Ini

Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengawasan ketat.

"Jadi harus ada pengawasan ketat dari pimpinan agar barang bukti tidak ada yang disalahgunakan," sambungnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Teddy sangat berbahaya.

Sebab, merekayasa barang bukti narkoba akan berdampak buruk bagi jutaan generasi muda akibat tindak pidana peredaran narkotika.

BACA JUGA: AKBP Dody Prawiranegara Divonis 17 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Teddy Minahasa dan JPU

"Apa yang dilakukan yang bersangkutan sangat berbahaya, ditambah ia merekayasa barang bukti kejahatan narkoba," ingatnya.

Dampak lain yang ditimbulkan dari oknum Polri 'makan' narkoba ini adalah terancamnya generasi bangsa.

"Tentu ini berpotensi membunuh jutaan generasi muda," papar Poengky.

BACA JUGA: Susul Dody Prawiranegara, Linda Pujiastuti Juga Divonis 17 Tahun Penjara Kasus Narkoba Pusaran Teddy Minahasa

Poengky menilai apa yang dilakukan oknum polisi berpangkat jenderal bintang dua itu sangat bertolak belakang.

Apalagi Teddy menjabat Kapolda yang seharusnya menjadi panutan dan contoh teladan bagi seluruh anggotanya.

"Tidak mencerminkan layaknya seorang jenderal yang harusnya menjadi teladan. Tapi ternyata justru contoh buruk yang diberikan," pungkasnya. (Fandi/Pojoksatu)

Konten dan berita menarik lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News