POJOKSATU.id, JAKARTA— Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam telah melihat beberapa video dan rekaman kamera pengawas CCTV terkait aksi penembakan Aipda Robig Zaenudin.

Dia mengungkap jejak digital menjadi kunci pengungkapan kasus penembakan tiga pelajar SMK oleh anggota Satnarkoba Polrestabes Semarang Aipda Robig Zaenudin.

Dia mengaku telah melihat beberapa video dan rekaman kamera pengawas terkait aksi penembakan ini.

Rekaman tersebut kemudian disandingkan dengan keterangan para saksi yang sudah ditemui Kompolnas.

Baca Juga: Soal Rekaman Jokowi Minta Posisi Gubernur Jateng Diganti Kaesang, Begini Jawaban Sang Ajudan

"Kami pesan ke Polres maupun ke Polda untuk memperlakukan kasus ini salah satunya dengan pendekatan penyelidikan yang ilmiah. Ilmiahnya gimana? Ya dicek semua. HP, CCTV, dicek, keakuratan dan sebagainya. Hanya itu yang harus jadi pegangan utama," ucap Choirul Anam ketika menghadiri konferensi pers terkait aksi penembakan Aipda Robig di Mapolda Jateng, Senin (2/12/2024).

Choirul optimistis proses pidana dan etik terhadap Aipda Robig Zaenudin bakal berjalan tanpa ganjalan.

Berbeda Versi Cerita

Masih adanya perbedaan cerita atau kronologi penembakan antara yang dirilis polisi dengan kesaksian pihak lain menjadi perhatian Kompolnas.

"Memang ada persoalan perbedaan cerita. Bagaimana cara mengembalikan perbedaan cerita itu? Video. Jejak digitalnya itu tidak bisa diubah. Ya ikut itu," katanya.

Baca Juga: Menunggu Hasil Rekapitulasi KPU di Pilkada Kabupaten Bandung, Sahrul Gunawan: DEG-DEGAN

Choirul sudah menemui sejumlah pihak untuk menghimpun informasi sekaligus memverifikasi keterangan-keterangan terkait aksi penembakan yang dilakukan Aipda Robig.

Pihak yang ditemui antara lain sekolah, keluarga korban, anak-anak yang diduga terlibat tawuran, sejumlah warga di sekitar lokasi penembakan, serta tim penyidik Polrestabes Semarang dan Polda Jateng.

Dia memaklumi para pihak menginginkan versi ceritanya yang menjadi acuan dalam menarasikan peristiwa penembakan yang terjadi pada Minggu dini hari 24 November 2024 lalu.

"Tapi sekali lagi dikembalikan ke sesuatu yang memang secara objektif bisa dilihat dan bisa diukur oleh semua orang. Salah satu yang paling utama ya jejak digital itu," ucapnya.

Baca Juga: Perhatian Pelaku Judol! Pemerintah Bakal Cegah Judi Online Meluas Dengan Hal Berikut!

"Apa pun yang terjadi, apa pun tafsir dan sebagainya terhadap peristiwa, yang paling utama adalah rekam jejak digital. Sesuatu yang tidak mungkin bisa diubah," tegas Komisioner Kompolnas Choirul Anam.


Rekaman CCTV Beredar

Dalam rekaman CCTV tertanggal 24 November 2024 tersebut, tampak seorang pria yang mengendarai sepeda motor jenis PCX atau Nmax berhenti di seberang Alfamart.

Tak lama kemudian, dia memarkirkan sepeda motornya di tengah jalan dalam posisi melintang, lalu melangkah turun. Pria tersebut diduga merupakan Aipda Robig Zaenudin.

Setelah turun dari motornya, pria itu berjalan ke arah tiga sepeda motor yang melaju dari arah selatan ke utara.

Menurut anggota keluarga Gamma Rizky Oktavandi yang enggan dipublikasikan identitasnya, salah satu motor tersebut ditumpangi oleh Gamma.

Dalam rekaman CCTV, tampak pria itu melepaskan tembakan langsung ke arah tiga sepeda motor tepat ketika mereka melintas di depannya. Ketika menembak motor yang ketiga, pria tersebut sempat terjungkal ke belakang. Pada rekaman CCTV, peristiwa itu terjadi pada pukul 00:19 WIB.

Setelah ketiga motor tersebut melintas, pria itu kembali ke sepeda motornya. Ketika berusaha memutarbalikkan motornya, pria itu seperti kehilangan keseimbangan, lalu jatuh tersungkur bersama motornya.

Setelah bangkit, dia kemudian memacu motornya ke arah yang sama dengan ketiga motor yang melintasinya sebelumnya.***