POJOKSATU.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tambah lengket.

Selain keduanya, juga ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Keempatnya itu duduk di satu meja yang sama.

Baca Juga: Kapuspenkum Jelaskan Maksud Pemeriksaan Airlangga Hartanto di Kejagung, Oh Ternyata Gegara Ini

Momen itu terjadi saat keempatnya menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Base Ops Lanudal Adi Soemarmo, Senin 24 Juli 2023.

Keempat politisi ini, tampak saling berbincang santai. Sesekali keempatnya tertawa bersama.

Padahal keempatnya diketahui banyak dikait-kaitkan dengan Pilpres 2024.

Baca Juga: Kirim Rp14 Miliar untuk Palestina, Akun Medsos Ustadz Adi Hidayat Diblokir Google, Aplikasi Al Quran juga

Di sela-sela pertemuan menunggu kedatangan Presiden Jokowi, Erick juga sempat mengacungkan telunjuknya ke arah Gibran sembari tersenyum.

Tak ada sepatah kata yang keluar dari keempat politisi yang digadang-gadangkan menjadi capres dan cawapres itu.

Mereka tertawa menikmati secangkir kopi yang dihidangkan.

Baca Juga: Kisah Hijrah Eks Bek Timnas dan PSMS Medan, Fadly Hariri : Ingat Ajal hingga Jadi Bos Showroom Mobil

Dalam memon ini, diketahui Prabowo dan Erick Thohir bakal melanjutkan kunjungannya mendampingi Jokowi ke Malang pada hari ini.

Mereka dijadwalkan akan menuju Pasar Bululawang, PT Pindad dan Koramil 0818/14 di Turen.

Untuk diketahui, sejumlah survei dari berbagai lembaga survei menempatkan Erick Thohir sebagai kandidat cawapres paling potensial.

Baca Juga: Rossa Akhirnya Klarifikasi Gosip Dirinya Berpacaran denga Reza Arap dan Video Viral Dibawakan Bunga Mawar

Salah satunya survei Indikator Politik Indonesia (IPI) pada Mei 2023 menempatkan Menteri BUMN itu sebaga kandidat cawapres dengan elektabilitas tertinggi sebesar 15,5 persen.

Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Turtiantoro mengatakan, elektabilitas Erick Thohir tinggi karena kinerjanya yang luar biasa dan dirasakan masyarakat.

Hal tersebut membuat banyak masyarakat yang menginginkan Erick menjadi cawapres di Pilpres 2024.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Anak Tenggelam di Irigasi Karawang, Pencarian Masih Berlangsung

“Memang kalau dilihat dari prestasi kerja atau kinerja Erick Thohir akhir-akhir ini itu cukup meyakinkan publik bahwa beliau adalah orang yang bisa bekerja,” kata Turtiantoro.

Dia menduga tingginya elektabilitas Erick Thohir karena banyak didukung masyarakat rasional.

Para pemilih rasional ini memilih pemimpin berdasarkan kerja nyata yang telah dilakukan.

Baca Juga: Sejak Buka Hijab, Nathalie Holscher Akui Tawaran Kembali Nge-DJ Berdatangan

“Di masyarakat itu kan ada sebagian dan porsinya cukup besar pemilih rasional. itu yg sering pindah, nalarnya dipakai. kecenderungannya ke Erick Thohir bisa jadi,” terangnya.

Untuk diketahui, kinerja Erick Thohir selama menjabat Menteri BUMN sangat cemerlang.

Pada 2022 lalu, laba BUMN berhasil menembus Rp303 triliun, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp124 triliun.

Baca Juga: Syarat Lomba Desain Logo HUT Kota Tangsel ke-15, Pemenang Dapat Rp15 Juta Lengkap Link Pendaftaran

Selaras dengan tingginya laba, BUMN pada 2022 berhasil membagikan dividen sebesar Rp80,2 triliun.

Dividen nantinya akan disetorkan kepada negara dan dibagikan ke masyarakat melalui berbagai program dan bantuan.

Sementara, Erick Thohir juga sudah bertemu dengan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di Istana Bogor pada 16 Juli 2023 lalu.

Baca Juga: Beda dengan Warga, Kronologi Viral Emak-emak Gerebek Basecamp Sabu di Jambi Versi Polisi

Usai pertemuan itu, Erick Thohir mengaku tak mau dipaksa-paksa jadi cawapres salah satu kandidat capres 2024.

"Kalau teman-teman media tanya ada bicara politik, saya rasa belum. Saya belum ditugaskan," kata Erick kepada wartawan, pada Sabtu 22 Juli 2023.

Dia juga mengaku mengutamakan kecocokan dalam berpolitik. Sebab itu tidak bisa dijodoh-jodohkan.

Baca Juga: Hasil Survei IPI: Prabowo Capres Pilihan Gen Z dan Milenial, Kalahkan Ganjar dan Anies

"Saya juga berharap punya chemistry. Saya tidak mau jadi bagian, misalnya harus dipaksa kawin, jangan. Nggak enak juga. Karena apa, chemistry itu penting sekali," tutupnya.

Erick juga mengaku tengah konsentrasi menyelesaikan pekerjaan sebagai Menteri BUMN karena amanat yang diberikan Presiden Jokowi harus diselesaikan hingga 2024.

"Saya sudah sampaikan berulang kali ketika ke arah yang lebih politis, koalisinya kan belum terbentuk," tegasnya.***