POJOKSATU.id, JAKARTA-- Komnas HAM dan Kompolnas meminta aparat penegak hukum usut tuntas kasus tiga polisi tewas ditembak diduga oleh oknum TNI di lokasi judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.

Komnas HAM menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tiga anggota kepolisian itu. Sementara Kompolnas memgklaim memiliki video saat penembakan tiga polisi tersebut.

"Komnas HAM menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan atas peristiwa tersebut. Komnas HAM meminta kasus tersebut diungkap secara tuntas," kata Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Uli Parulian Sihombing, Minggu (23/3/2025).

Baca Juga: Titik Terang Sengketa Tanah Mendiang Mat Solar, Keluarga Tinggal Menunggu Kepastian Pencairan Dana Ganti Rugi

Dia mengatakan, pihaknya memantau peristiwa itu secara proaktif dan mendorong penegakan hukum secara etik dan pidana terhadap para pelaku.

Di sisi lain, Uli mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi investigasi gabungan dari Kodam II Sriwijaya dan Polda Lampung terkait peristiwa tersebut.

Komnas HAM, kata Uli, juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya ketiga polisi.

"Komnas HAM menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tiga anggota kepolisian," katanya.

Sementara itu Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, mengatakan hasil temuan menunjukkan bahwa pelaku penembakan bukan berasal dari kalangan sipil.

"(Luka) itu cukup spesifik. Kalau itu dilakukan oleh orang yang tidak pernah pegang senjata, kayaknya susah. Jadi, ini identifikasinya lebih dekat kepada orang yang terbiasa menggunakan atau tahu cara menggunakan senjata," kata Anam, Kamis (20/3/2025) sore.

 

Baca Juga: Polri Ungkap Total 10 Guru dan Tenaga Medis Korban Serangan KKB di Distrik Anggruk Yahukimo

Kesimpulan itu didapat setelah dua komisioner Kompolnas, Choirul Anam dan Supardi Hamid, melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Selain itu, temuan lainnya adalah terkait jenis senjata yang digunakan.

Menurut Anam, kemungkinan besar senjata yang digunakan bukan senjata rakitan.

"Memang betul kami dapat informasi di sini banyak senjata rakitan, tapi kalau melihat dari karakter yang kami temukan, potensial ini bukan senjata rakitan. Tapi tetap nanti harus melihat hasil laboratorium forensik," ujarnya.

Anam juga menyoroti karakter proyektil yang ditemukan saat autopsi ketiga jenazah korban.

Baca Juga: AHY Tunjuk Herman Khaeron sebagai Sekjen Demokrat 2025-2030

"Karakter proyektil memungkinkan itu keluar dari larasnya senjata panjang, itu juga penting," katanya.

Anam menambahkan, kedatangan Kompolnas ke Lampung bertujuan untuk mendalami peristiwa yang menyebabkan tewasnya tiga anggota kepolisian saat menjalankan tugas penegakan hukum.

Bukti Video Penembakan

Bukti rekaman video memperlihatkan insiden penembakan tiga anggota kepolisian saat menggerebek arena judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung diklaim sudah dikantongi Kompolnas.

"Yang jelas ya, banyak orang yang bisa melihat secara langsung siapa pelakunya dan membawa senjatanya apa, karakternya apa,” kata Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, melansir dari Tribunlampung, Minggu (23/3/2025).

“Karena ternyata ya momen itu bukan gelap, bukan petang, tapi masih terang-benderang walaupun jam 5 sore," ujarnya lagi.

Choirul Anam menegaskan bahwa banyak saksi yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, termasuk senjata yang digunakan pelaku.

Diketahui, tiga anggota yang tewas ditembak adalah Inspektur Satu (Iptu) Lusiyanto, Brigadir Kepala (Bripka) Petrus Apriyanto, dan Brigadir Dua (Bripda) Ghalib Surya Ganta.

Ketiganya diduga ditembak oleh dua oknum TNI, yaitu Peltu Lubis selaku Dansubramil Negara Batin, dan Kopka Basarsyah selaku anggota Subramil Negara Batin. ***