POJOKSATU.ID- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD berkomitmen memberantas korupsi dan mafia di sektor perikanan dan pertanian.
Komitmen tersebut sejalan dengan slogan “Jangan Gentar, Ada Ganjar, Jangan Takut, Ada Mahfud” yang artinya akan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
"Korupsi harus kita babat, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu," kata Mahfud dalam keterangannya, Sabtu (30/12/2033).
Baca Juga: Konvoi Dilarang Saat Pergantian Tahun, Berikut Rute Alternatif Pengalihan Lalin di Jakarta
Mahfud tidak ingin lagi ada aparat penegak hukum yang menjadi backing para mafia pertanian dan perikanan.
"Aparat tidak boleh lagi menjadi backing dari mafia-mafia di Indonesia, baik pertanian maupun perikanan," tegas Mahfud yang juga menjabat sebagai Menko Polhukam itu.
Atas dasar itu, Mahfud bersama Ganjar berkomitmen untuk menjadikan Indonesia bersih dari koruptor dan para mafia yang menyengsarakan petani dan nelayan.
Baca Juga: Sungai Barumun Meluap, 4 Kecamatan di Labuhanbatu Selatan Teredam Banjir
"Kita harus bersihkan negara ini agar bisa maju dan makmur bersama. Kuncinya, pembersihan aparat, birokrasi, serta penegak hukum agar tidak main-main dengan hak rakyat," tandasnya.
Sebelumnya, capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyatakan komitmennya memberantas pelaku korupsi bila terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024.
Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset bagi koruptor.
Baca Juga: Sindiran Halus Ahmad Sahroni Terhadap Gus Miftah : Berbagi Uang ke Masyarakat Itu Sikap Alim Ulama
"Saya kira perampasan aset harus segera disahkan karena itu yang menjadi tuntutan masyarakat," kata Ganjar kepada wartawan, Selasa (19/12/2023).
Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode itu korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya.
Komitmen Ganjar juga dilakukan degan menginisiasi Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, dijadikan penjara bagi narapidana korupsi.
"Ganjar-Mahfud berkomitmen melawan dan memberantas korupsi. Kami sudah mulai sejak masih di Jateng dengan semangat ora korupsi ora ngapusi," ungkapnya.
Kata politikus berambut putih itu, slogan 'ora korupsi ora ngapusi' telah diimplementasikan mulai dari pencegahan hingga penindakan.
Yakni dengan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Pemkot Medan Ambil Alih Pembongkaran Lampu Pocong di Jalan Sudirman, Diponegoro dan Imam Bonjol
"Bukan hanya penindakan tapi juga pencegahan jauh lebih penting juga. Itulah kenapa penting pendidikan antikorupsi dilakukan sejak dini.
''Maka, waktu kami kerja sama dengan KPK mengajak 35 bupati/wali kota menandatangani kesepakatan komitmen pendidikan anti korupsi sejak dini bahkan sejak PAUD," terangnya.
Pendidikan anti korupsi bagi pelajar, tambah Ganjar, adalah invastasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda yang jujur dan tidak koruptif.
"Jauh lebih penting investasi panjang membentuk karakter dan merubah perilaku untuk mencegah hal hal yamg sifatnya buruk," tandasnya. ***



