POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak tujuh komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel), bergerak cepat melakukan pengawasan tahapan Pileg setelah dilantik di Jakarta pada 9 Mei 2023.

Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli mengatakan, para komioner tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencegahan dan pengawasan berbasis program.

Dia juga menjabarkan aktivitas komisioner Bawaslu saat ini. Antara lain melakukan pengawasan terhadap tahapan-tahapan pendaftaran Bacaleg partai politik ke KPU yang sementara berlangsung. Begitu juga dengan pengawasan terhadap verifikasi berkas para Bacaleg partai politik.

Tidak hanya itu, kata Ana, sapaan Mardiana Rusli, para komisioner Bawaslu Sulsel juga fokus terhadap pemetaan kerawanan terkait potensi masalah dalam proses pencalonan.

"Biasanya kebanyakan itu merujuk pada pengalaman lalu,yakni administrasi yang bermasalah dalam pencalonan. Itu kan biasanya dalam masalah keabsahan dokumen berupa ijazah pendidikan hingga izin atasan," kata Ana, Jumat (12/5/2023).

Baca juga

Mardiana Rusli Terpilih Sebagai Ketua Bawaslu Sulsel Periode 2023-2028

"Yang kita rasakan kendala teknisnya bahwa semua dokumen itu tidak bisa diakses karena semua ada di aplikasi Silon," tambahnya.

Selain itu, Bawaslu Sulsel turut memantau pemutakhiran data pemilih, karena tingkat kesulitan yang sering dihadapi adalah mendapatkan data di KPU. "Karena akses data yang diberikan KPU tidak ada. Sehingga kerja keras di lapangan ini yang akan dihadapi ke depan," kata mantan Komisioner KPU Sulsel itu.

(fadli/pojoksulsel)