POJOKSATU.ID-Presiden Jokowi menanggapi pencopotan baliho dan bendera partai saat dirinya melakukan kunjungan kerja di Bali.

Menurutnya, pencopotan baliho dan bendera partai itu mestinya diatur oleh pemerintah setempat, baik itu pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten.

Jokowi juga menyampaikan, mestinya sebelum pencopotan, pemerintah setempat meminta izin terlebih dulu ke pengurus partai di daerah.

Baca Juga: Sinopsis Film Kalian Pantas Mati, Teror Dendam Arwah Masker di Sekolah

"Oleh sebab itu pemindahan beberapa atribut partai, mestinya pemerintah kabupaten dan kota, serta provinsi minta izin ke pengurus partai di daerah," kata Jokowi dikutip dari youtube Sekretariat Presiden, Rabu (1/11/2023).

Presiden Jokowi juga menyampaikan, pencopotan atribut partai itu, jangan sampai terjadinya hubungan antar partai dan pemerintah setempat tidak baik-baik.

"Berkomunikasi dengan pengurus partai di daerah. Jangan sampai nanti terjadi miskomunikasi dan menjadikan semuamya tidak baik," tegasnya.

Baca Juga: Naas, Pelajar SMP Diserang Ular Kobra di Kebun, Mata Terkena Semburan Bisa Mematikan, Begini Kondisinya

Tak hanya itu, Jokowi kembali mewanti-wanti para institusi pemerintah agar tetap netral dalam Pemilu 2024 mendatang.

"Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, pemerintah pusat. Semua harus netral. ASN semua harus netral, TNI semua harus netral, Polri semua harus netral," tegasnya.

Sementara itu, Politisi senior PDI Perjuangan Mayjen TNI, TB (P) Hasanuddin mengaku tersinggung dengan pencopotan baliho bendera PDI Perjuangan dan baliho capres - cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Kabupaten Gianyar, Bali.

Baca Juga: Trending di Netflix! Intip Sinopsis Film Burning Betrayal, Kisah Akuntan yang Diselingkuhi Tunangannya

Pencopotan baliho tersebut dilakukan di sepanjang jalan menuju tiga lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tiga lokasi yang dimaksud, yakni Batu Bulan, Kabupaten Gianyar serta di daerah Kota Denpasar, Bali.

"Sebagai kader PDI Perjuangan saya merasa tersinggung dengan pencabutan baliho Pak Ganjar dan Pak Mahfud," kata TB Hasanuddin saat dihubungi, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga: Sinopsis Film Fear The Night, Pesta Lajang yang Diganggu Penyusup

Anggota Komisi I DPR RI ini sangat tersinggung bendera kebanggaan partainya diturunkan, sesaat bersamaan kunjungan negara Presiden Jokowi tersebut.

Hasanuddin menilai, sikap segelintir orang menurunkan bendera tersebut seakan telah menginkak harga diri para kader.

"Bendera yang merupakan lambang kebanggaan kami hanya karena ada kunjungan Presiden ke Bali untuk meninjau harga. Aneh kan?," cetusnya.

Baca Juga: Catat! Ini Cara Mengurus Izin Penggunaan Air Tanah dari Sumur, Lengkap dengan Syaratnya

Seperti diketahui, petugas Satpol PP Bali, melakukan pembersihan bendera PDIP dan baliho calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menjelang Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Jokowi di Balai Desa Batu Bulan, Kabupaten Gianyar Bali, pada Selasa (31/10/2023) sekitar pukul 10:20 WITA.

Petugas Satpol PP awalnya mencopot sejumlah bendera Partai PDIP yang memang banyak dipasang di area pagar tembok Balai Desa Batu Bulan.

Anggota juga mencopot sebuah baliho Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang tepat berada di seberang jalan atau di depan Balai Desa Batu Bulan. 

Atas hali itu, reaksi para kader PDIP terus membara pasca insiden pencopotan baliho dan bendera tersebut. ***