POJOKSATU.id, PAPUA – Komandan Batalyon Pemerasta, Otobius Bidana Mimin, dan Wakil Kepala Bidang Intelijen Neas Ati Mimin, tewas ditembak TNI Polri di Kampung Mondusit, Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang, Sabtu (30/9).

Kedua komandan KKB Papua bersama tiga anggota lainnya ini merupakan anak buah KKB pimpinan Ananias Ati Mimin.

Adapun identitas tiga anggota KKB Papua lainnya yaitu Alek Lepki, Tarkus Akmer dan Okto Kasipka. Mereka merupakan anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur.

Dari hasil pemeriksaan aparat gabungan terungkap dua dari tiga pucuk senjata api yang diamankan dari KKB merupakan organik TNI yakni senpi laras panjang SS2 V3_K1 dengan nomor seri 93.004236 dan pistol Brouning FN dengan nomor seri OT6117.

Baca Juga: Peradilan Bisnis

Senjata tersebut milik personel organik Satgas Pamtas 725/ Varoagi yang mengalami kecelakaan saat helikopter M1-17V5 HA-5138 milik TNI AD mengalami kecelakaan dalam penerbangan Oksibil-Jayapura pada tanggal 28 Juni 2019 lalu.

Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023) membenarkan informasi tewasnya anggota KKB dalam kontak tembak dengan anggota TNI Polri.

Sementara Kasatgas Humas Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno mengatakan KKB sudah lebih dulu menyebar informasi identitas lima anggotanya yang tewas.

Kelimanya berinisial OM (38), NM (26), OK (27), AL (19), dan TA (22).

Baca Juga: Blak-blakan, Dewi Gita Ungkap Armand Maulana Pernah Mendua, Dibuatkan Album Berisi Kisah dengan Selingkuhannya

"Dari data yang kami peroleh, pihak KKB sudah merilis identitas kelima anggotanya yang tewas pada saat penggerebekan di wilayah Pegunungan Bintang," ujar AKBP Bayu Suseno.


"Iya, betul (anak buah Ananias Ati Mimin)," imbuh Bayu.

Selain menewaskan lima anggota KKB, aparat juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 3 senjata api (senpi), ratusan amunisi, lima unit magasin, bendera bintang kejora, handphone dan handy-talky (HT).

Foto Komandan KKB Beredar

Foto Otobius Bidana Mimin tampak menggunakan seragam loreng berwarna hijau dan cokelat beredar di publik. OBM juga memakai penutup kepala warna merah motif bintang kejora.

OBM terlihat mengepalkan tangannya di dada. Pelaku tampak berfoto dengan latar belakang wilayah pegunungan.

"OM merupakan komandan batalyon pamerasta dan saat ini jenazahnya sementara proses evakuasi," kata Kombes Faizal.***