POJOKSULSEL, GOWA - Kolaborasi perbaikan hutan mencegah bencana hidrometeorologi di berbagai daerah di Indonesia. Utamanya di Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, mencegah bencana hidrometeorologi harus dimulai dari bagian hulu. Sehingga, perbaikan hutan dari hulu harus dilakukan oleh lintas sektoral.
Menurut Adnan Purichta Ichsan, hujan deras sering terjadi di bagian hulu yang menyebabkan hutan tidak lagi mampu menampung debit air. Hal itulah yang mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi.
"Hulu ini adalah hutan maka tugas kita sama-sama untuk memperbaiki hutan-hutan kita," katanya saat menghadiri Rakor Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.
Adnan mengatakan, kewenangan wilayah hutan tidak berada di kabupaten. Melainkan kewenangan di pusat dan provinsi. Sehingga sebaiknya harus berkolaborasi atau bekerja sama untuk bisa memulihkan hutan di bagian hulu.
Baca juga
Dishub Parepare Miliki Layanan Online, Namanya Oke Dishub
JK Menegaskan DMI Tidak Membenarkan Ada Simbol Partai Terpasang di Masjid
Pemkab Gowa sudah melakukan upaya perbaikan hutan dengan melakukan penanaman puluhan ribu pohon di lokasi hutan kritis yang ada. Di mana penanaman pohon pada November 2022 lalu menjadi rangkaian Hari Jadi Gowa (HJG) ke-702 tahun, olehnya jumlah pohon yang ditanam sebanyak 70.200 pohon.
"Ini komitmen kami mengembalikan fungsi hutan dengan menanam pohon pada lahan konservasi hutan kategori kritis di Kecamatan Tinggimoncong dan Tombolopao dengan penggunaan lahan sekitar 43 hektare," terang Ketua PMI Sulawesi Selatan itu.
(*/fly/pojoksulsel)



