POJOKSATU.id - Daftar kecelakaan di jalan tol pada arus mudik Lebaran 2024 bertambah panjang.

Pada Jumat (5/4/2024), terjadi kecelakaan di Km 58 tol Cikampek. Kemudian disusul kecelakaan tunggal bus PO Rosalia Indah di Km 370 A, pada Jumat (11/4/2024).

Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi terhadap dua kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Pecat 249 Nakes di Manggarai, Intip Profil dan Harta Kekayaan Herybertus Gl Nabit

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono menyebutkan, kecelakaan di Km 58 tol Cikampek disebabkan sopir Gran Max bekerja melebihi waktu.

Selain itu, mobil tersebut bukan travel resmi.

”Jika dilihat dari waktu kerja, pengemudi melebihi waktu kerja yang telah ditentukan sehingga kekurangan waktu istirahat,” kata Soerjanto Tjahjono.

Baca Juga: Mengenal Terowongan Juliana, Terbengkalai Sejak 1914, Sekarang Hits Jadi Tempat Syuting Film Siksa Kubur

Akibatnya, sopir mengemudi dalam keadaan kurang istirahat yang cukup adalah kemampuannya untuk berkonsentrasi berkurang.

”Dalam situasi seperti ini, pengemudi akan sangat mudah mengalami microsleep,” jelasnya.

Dari hasil penyidikan terungkap bahwa pada Jumat (5/4/2024), kendaraan travel tidak resmi itu berangkat sekitar pukul 19.30 dari Ciamis menuju Jakarta untuk menjemput penumpang.

Baca Juga: Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Gercep Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

Lalu, Sabtu (6/4/2024), kendaraan itu berangkat dari Jakarta pada siang hari untuk mengantar penumpang ke Ciamis sekaligus menjemput penumpang lain.

Selanjutnya, Minggu (7/4/2023), kendaraan berangkat pada pagi hari dari Ciamis menuju Jakarta untuk mengantar penumpang.

”Setelah itu, beristirahat dan pada sore hari berangkat menuju Ciamis untuk mengantar penumpang. Setelah itu, pada malam hari menuju Jakarta untuk menjemput dan tiba di Jakarta pukul 00.00,” ujar Soerjanto.

Baca Juga: Pantau Arus Mudik Melalui Google Maps, Kabid Humas: Arus Lalu Lintas Arah Siantar ke Parapat Terpantau Merah

Pada Senin (8/4/2023), sopir travel menjemput penumpang pukul 02.00 ke Depok.

Lanjut pukul 03.30, sopir menjemput ke Cilebut dan sekitar pukul 05.30 menjemput ke Bekasi. Baru sekitar pukul 06.00 travel berangkat menuju Ciamis.

”Kendaraan ini juga berpenumpang 12 orang. Seharusnya berkapasitas sembilan penumpang. Belum lagi ditambah dengan barang bawaannya,” beber Soerjanto.

Baca Juga: Sudah Tayang di Bioskop, Begini Sinopsis Film Siksa Kubur dan Respon Penonton

Soerjanto mengatakan jika hal itu menambah ketidakstabilan kendaraan.

Terkait kecelakaan tunggal bus PO Rosalia Indah di tol Km 370A Semarang-Batang di wilayah Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, mengakibatkan 7 orang meninggal dunia.

Kecelakaan itu dipicu karena kondisi sopir bus bernopol AD 7019 OA tersebut yang kelelahan dan sempat mengalami microsleep.

Baca Juga: Lowongan CPNS 2024 dan PPPK 2024 Kemenag 110.553 Formasi, Cek 8 Formasi yang Paling Dibutuhkan

Bus yang melaju dari arah barat itu kemudian keluar dari jalan dan masuk ke parit.

Kakorlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan menuturkan, temuan di lapangan menunjukkan tidak ada jejak pengereman.

”Keterangan saksi (pengemudi, Red) memang dari awal sudah lelah. Kemudian, kemungkinan terjadi microsleep di TKP sehingga terjadi kecelakaan tunggal,” ungkap Aan di RSI Kendal.

Baca Juga: Jumlah Pengunjung Meningkat di Pantai Selatan, Polisi Perketat Pengamanan Objek Wisata di Sukabumi

Kasatlantas Polres Batang AKP Wigiyadi menjelaskan, Jalur Widodo, sopir bus nahas tersebut, melajukan kendaraannya di jalur dua (sisi kiri).

Lantaran sopir mengantuk, bus hilang kendali hingga masuk ke parit.

”Kira-kira di parit titik awal Km 370+50 dan titik terakhir di Km 370+200. Berarti sekitar 150 meter masuk paritnya,” bebernya.

Menurut Wigiyadi, kejadian itu menimbulkan korban cukup banyak karena bus jatuh secara cepat ke parit. Akibatnya ada penumpang yang terlempar keluar bus dan terjepit.

Baca Juga: Berkolaborasi dengan Yordania, Bantuan Indonesia untuk Palestina Berhasil Dikirimkan ke Gaza

”Kalau dilihat di lokasi kejadian, yang terlempar 5 orang, terus meninggal. Dan, 2 korban terjepit, lalu meninggal dunia,” kata Wigiyadi. ***