POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kisruh terkait donasi antara Agus Salim, korban penyiraman air keras, dan YouTuber Pratiwi Noviyanthi masih terus menjadi sorotan.

Hingga kini, masalah tersebut belum menemukan titik terang meski telah melalui berbagai proses mediasi.

Di tengah polemik ini, Novi, sapaan akrab Pratiwi Noviyanthi, tetap menunjukkan niat tulusnya untuk membantu Agus Salim, meski menghadapi berbagai rintangan dan kritik.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Curhat Bang milik Denny Sumargo, Novi mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah berlangsung selama dua bulan tanpa solusi konkret. Mediasi kedua yang diharapkan menjadi titik temu justru berakhir tanpa kesepakatan, bahkan dengan Novi memilih untuk walk out dari proses tersebut.

Baca Juga: Operator Dapodik, Wali Kelas dan Guru Mapel Harus Tahu! Ini Tata Cara Update Aplikasi e-Rapor SMP Versi M 04

"Apapun itu yang terbaik, tapi yang jelas saya sudah melakukan yang terbaik," ujar Novi ketika Denny Sumargo menanyakan harapannya atas permasalahan ini.

Novi juga mengakui bahwa situasi ini telah memengaruhi kondisi mentalnya.

"Ini berjalan udah dua bulan, kalau otak ini istilahnya udah overload, saya cuma mau ini cepat selesai," ungkapnya.

Ia mengaku fokusnya dalam menjalankan yayasan yang menaungi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan anak-anak asuhnya menjadi terganggu akibat polemik ini.

Awal mula permasalahan ini bermula ketika Pratiwi Noviyanthi, seorang YouTuber yang dikenal aktif membantu kaum marginal melalui kanalnya, memutuskan untuk membantu Agus Salim.

Agus merupakan korban penyiraman air keras yang membutuhkan bantuan medis dan dukungan finansial untuk melanjutkan pengobatannya. Novi membuka donasi publik melalui platform digital, mengajak masyarakat untuk membantu Agus.

Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Raja Ampat, Surga Dunia di Timur Indonesia

Namun, masalah mulai muncul ketika Agus Salim merasa kurang transparan terhadap pengelolaan donasi tersebut.

Tuduhan bahwa dana yang terkumpul tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingannya membuat Agus melaporkan Novi.

Sontak, kasus ini menjadi perhatian publik, mengundang pro dan kontra di antara para netizen yang selama ini mendukung Novi.

Dalam perkembangannya, Novi menegaskan bahwa semua donasi telah disalurkan sesuai dengan peruntukannya. Ia bahkan melibatkan pihak-pihak profesional untuk mengaudit dana yang dikelola.

Meski begitu, Agus tetap bersikeras bahwa ada kejanggalan dalam pengelolaan dana tersebut, sehingga proses hukum pun dimulai.

Novi mengungkapkan bahwa kontroversi ini tidak hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga pada yayasan yang ia kelola.

“Saya bisa fokus sama anak-anak saya, saya juga mau fokus ke ODGJ yang kita rawat, orang-orang yang butuh bantuan, pengen selesai cepet-cepet,” tuturnya.

Ia mengaku bahwa pemasukan dari kanal YouTube-nya berkurang drastis sejak kasus ini mencuat, membuatnya harus mengandalkan dana pribadi untuk melanjutkan operasional yayasan.

Baca Juga: Heboh Pelat Mobil RI 26 Maksa Minta Jalan, Ini Daftar Lengkap Pelat Nomor Pejabat, Warganet Ngulik, Tapi Belum Ada Tanggapan Resmi

Meski menghadapi tekanan besar, Novi menegaskan komitmennya untuk tetap membantu Agus, bahkan jika harus menggunakan uang pribadinya.

Ketika Denny Sumargo bertanya tentang kemungkinan Agus ditinggalkan oleh pihak-pihak yang saat ini membelanya, Novi menjawab dengan penuh emosi bahwa ia tidak akan meninggalkan Agus.

"Mau dia laporin saya, enggak cabut laporan pun tapi saya masih mau bantu dia pake uang pribadi saya," tegasnya.

Kasus ini memicu reaksi beragam dari publik. Sebagian besar netizen memuji Novi atas ketulusannya, sementara yang lain mempertanyakan keputusan Agus yang melaporkan sosok yang telah berusaha membantunya.

Di sisi lain, beberapa pihak menyerukan pentingnya transparansi dalam pengelolaan donasi untuk menghindari masalah serupa di masa depan.

Baca Juga: Zulfan Lindan Bongkar 2 Faktor Kuat yang Jadi Penyebab Andika Perkasa Kalah di Pilkada Jawa Tengah 2024, Benarkah karena Jokowi Effect?

Novi berharap agar kasus ini segera berakhir sehingga ia dapat kembali fokus membantu mereka yang membutuhkan.

"Saya cuma mau ini cepat selesai," katanya dengan nada penuh harap.

Ia juga menyatakan keinginannya untuk menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran bagi semua pihak.

Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dalam penggalangan dana, terutama jika dilakukan secara publik.

Kasus Agus Salim dan Novi menjadi pelajaran bagi siapa saja yang terlibat dalam kegiatan sosial, agar menjaga kepercayaan donatur dengan pengelolaan yang profesional dan terbuka.

Meski kisruh ini masih bergulir, niat tulus Novi untuk membantu tanpa pamrih menjadi sorotan utama. Ia menunjukkan bahwa di balik tekanan dan kritik, ada dedikasi besar untuk mendukung mereka yang membutuhkan, termasuk Agus Salim.

"Saya tetap akan membantu, apapun risikonya," tutupnya.

Dengan adanya mediasi lanjutan yang diharapkan dapat segera digelar, publik menanti bagaimana akhir dari polemik ini, sembari berharap bahwa kebaikan hati akan menjadi penyelesaian terbaik untuk semua pihak.***