POJOKSATU.id, RASULULLAH SAW memiliki dua istri yang memiliki nama depan sama yaitu Zainab. Satu Zainab binti Khuzaimah dan satu lagi Zainab binti Jahsy. Yang akan kita ceritakan ini kali adalah Sayyidah Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha.
Kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja. Sebelum Sayyidah Zainab wafat di usia 30 tahun.
Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah bin Haris bin Abdillah. Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harits bin Hamathah.
Sayyidah Zainab berasal dari keluarga yang dihormati dan disegani. Kedermawanannya telah dikenal, bahkan sebelum memeluk Islam.
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Sayyidah Zainab sudah digelari Ummul Masakin yang artinya ibunya orang miskin.
Julukan itu melekat karena Sayyidah Zainab dikenal wanita dermawan pada orang-orang miskin, selalu membantu orang miskin, memberii makan dan lain lain.
Ia tidak memanjakan dirinya dengan harta benda yang ia miliki.
Dalam kehidupan beragamanya, Sayyidah Zainab termasuk kelompok wanita pertama yang memeluk Islam.
Sebelum memeluk Islam pun, beliau sudah menolak syirik dan menyembah berhala, beliau juga selalu menjauhkan diri dari perbuatan Jahiliyah.
BACA JUGA : Kisah Fatimah Al-Fihri, Perintis Universitas di Dunia Islam
BACA JUGA : Kisah Ikrimah RA, Putra Abu Jahal yang Diolok-olok sebagai Anak Fir’aun, Hingga Turunnya Surat Al-Hujurat Ayat 11
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Sayyidah Zainab sudah menikah dua kali, pertama padamasa Jahiliyah menikah dengan Thufail bin Harits. Namun, Thufail menceraikannya karena tak kunjung memiliki anak saat hijrah ke Madinah.
Kemudian, untuk memuliakanya, saudara laki-laki Thufail yaitu Ubaidah bin Harits, menikahinya. Dia dikenal sebagai seorang prajurit penunggang kuda yang paling perkasa setelah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abi Thalib. Keperkasaannya itu dibuktikan hingga ia gugur syahid dalam perang Badar, Zainab pun kembali menjanda.
Untuk melindungi dan meringankan beban kehidupan Sayyidah Zainab, Rasulullah pun menikahinya.
Rasulullah luluh karena kebaikan hati dan lemah lembut Zainab terhadap orang miskin. Rasulullah selalu mendahulukan kepentingan kaum Muslimin, termasuk kepentingan Sayyidah Zainab.
Wajah Sayyidah Zainab memang tidak terlalu cantik, tapi kecantikan hatinya yang membuat ia dinikahi Rasulullah. Rasulullah menikahi Sayyidah Zainab pada bulan Ramadhan tahun 3 Hijriyah.
Ketika menikah, Rasulullah memberikan sebesar 10 uqiyah perak dan merayakan walimah dengan berbagai hidangan. Undangan pun tak hanya diberikan pada kaum berada, kaum dhuafa pun diundang dan duduk bersama menikmati hidangan yang disediakan.
Biasanya, Rasul melarang gelar yang didapatkan ketika didapat pada masa Jahiliyah. Tetapi, tidak dengan gelar yang didapatkan Sayyidah Zainab sebagai Ummul Masakin ibunya orang-orang miskin itu tetap melekat hingga akhir hayatnya.
Sayyidah Zainab juga dikenal selalu meringankan beban saudaranya, seperti memperlakuan dia terhadap budaknya. Sayyidah Zainab memiliki seorang budak dari Habasyah. Seluruh budak yang dimilikinya tidak pernah diperlakukan layaknya budak. Perlakuannya terhadap budak seperti kerabat dekat.
Hanya saja, kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Beberapa pendapat menyebut hanya tiga bulan, lainnya delapan bulan.
Rasulullah SAW sendiri yang merawat jenazah Sayyidah Zainab saat wafat.
Sayyidah Zainab wafat pada akhir Rabiul Akhir bulan ke-39 sejak hijrahnya Rasulullah. Rasul pun menguburkan Zainab di Baqi.
Sayyidah Zainab meninggal di usia yang cukup muda yaitu pada umur 30 tahun. Para sejarawan menulis bahwa Sayyidah Zainab adalah istri pertama dari istri-istri Nabi yang meninggal di Madinah. Dan, Nabi Muhammad tidak memiliki anak dari Sayyidah Zainab Bintu Khuazaimah. (mardiana/pojoksatu)



