POJOKSATU.id, DARI tahun ke tahun perjalanan ke tanah suci menghadirkan kisah tersendiri. Bahkan di masa lampau pun, banyak kisah menarik dan inpiratif yang dapat dikulik menjadi pelajaran.

Berikut kisah unik Jemaah Haji saat melakukan perjalan ibadah ke tanah suci.

1. Berangkat pakai sampan
Pada tahun 1975, seorang nelayan dari Desa Tanjung Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, berangkat melaksanakan ibadah haji dengan menaiki sampan.

Nelayan itu bernama Sutan Hasyim, nekat berangkat pakai sampan karena kesulitan biaya. Profesinya sebagai nelayan tidak memungkinkan Sutan untuk pergi ke tanah suci dengan prosedur biasa seperti yang lainnya.

Uniknya, perjalanan Sutan mendapat sponsor dari Ketua Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Brigjen H. A Manaf Lubis. Saat itu, Manaf mengirimkan surat kepada duta-duta besar RI di beberapa negara untuk memberitahukan maksud perjalanan Sutan.

Sampan yang digunakan Sutan pun dilengkapi dengan peralatan khusus. Nelayan ini memulai perjalanannya pada 15 Agustus 1975. Bahkan saat itu, kepergiannya diiringi oleh ratusan masyarakat Deli Serdang.

Namun sayang, perjalanan Sutan harus kandas saat sampan layarnya terhantam gelombang. Pemberitaan media pada 16 September 1975 menyatakan, sampan dengan panjang 6 meter dan lebar 2,5 meter itu, hancur terkena ombak saat ia sedang berada di Negara Thailand.

Akibatnya, Sutan harus kembali ke kampung halamannya dengan menumpang kapal Tepian Nauli dari Malaysia.

2. Berjalan kaki ke Mekkah
Pada tahun 1965, seorang putra Indonesia bernama Ridwan melakukan perjalanan ibadah haji dengan berjalan kaki. Sebelum berangkat, ia pun meminta restu dari Presiden Soekarno.

Ridwan berasal dari Majalengka, Jawa Barat berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 1 Juni 1965. Rute perjalanan yang dilaluinya adalah dengan melewati Thailand, Myanmar, Pakistan, India, Afganistan, hingga terakhir Arab Saudi.

3. Haji Nunut
Nekad. Kata itu patut disematkan kepada Choiron Nasichin, Pria asal Jombang, Jawa Timur itu rela nunut (menumpang) pesawat dari Indonesia hingga ke Tanah Suci.

Kejadian itu terjadi pada tahun 1992. Dia diam-diam nebeng pesawat rombongan haji yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya.

Awalnya, usaha yang dia lakukan terbilang cukup nyentrik. Choiron mengirim 900 kupon undian untuk berhaji. Sayangnya, Ia hanya berhasil menerima hadiah emas seberat lima Gram.

Setelah dibelikan berbagai perlengkapan ibadah seperti sandal, pakaian ihram, dan alat ibadah lainnya, sisa hasil penjualan emas itu sebesar Rp 49.950, yang ia bawa sebagai modal berangkat untuk pergi berhaji.

Sayangnya, Sesampainya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Choiron dipergoki pramugari duduk di kursi paling belakang pesawat, bersama ratusan jemaah haji asal Indonesia. Diapun dikembalikan lagi ke Tanah Air.

Namun, jika Allah berkehendak siapa yang akan menolak. Cerita Choirun didengar oleh bos media Dahlan Iskan. hingga akhirnya Dua tahun setelah kejadian itu, di tahun 1994 Choirun Nasichin benar-benar berangkat naik haji atas bantuan Dahlan Iskan

4. Ditahan karena bawa jimat
Kisah unik ini dialami oleh Ahmad Malik Tarsawi, saat menjadi jemaah haji di tahun 2016.

Ahmad adalah jemaah haji asal Madura yang tidak langsung masuk ke Arab Saudi karena dicurigai membawa barang menyerupai jimat dan sarang tawon.

Gara-gara barang tersebut, Ahmad ditahan Dinas Imigrasi Arab Saudi di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Tarsawi pun diwajibkan membayar denda sebesar 607 riyal, setara Rp 2,1 juta.

Berkaca dari kejadian itu, PPIH Arab Saudi meminta embarkasi di Tanah Air untuk memberikan sosialisasi hal tersebut kepada jemaah. Terutama terkait barang-barang yang boleh dibawa jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima.

5. Haji Tertua
Ada yang unik dari kisah calon jemaah haji Indonesia tahun 2023 ini. Seorang kakek berusia 117 tahun bernama Harun, menjadi salah satu calon jemaah haji yang datang memenuhi panggilan Allah ke Mekah.

Kakek Harun saat ini sudah sampai di tanah suci. Meski usianya sudah lebih dari 1 abad, kakek Harun masih sangat bugar dan berjalan sendiri ketika memulai ibadahnya.

Kakek Harun merupakan calon jemaah haji Indonesia asal Pamekasan, Madura. Sosoknya menjadi perhatian lantaran berangkat haji di usia yang sudah tak lagi muda dan menolak menggunakan kursi roda.

Laki-laki renta ini kabarnya sudah hidup sejak masa penjajahan Jepang. Ia bahkan disebut-sebut masih ingat lagu-lagu Bangsa Nippon meski dulu hanya sempat sekolah hingga kelas 3 SD.

Di usianya yang ke 117 tahun, kakek Harun memiliki tekad dan semangat yang kuat dalam menjalani ibadah haji. Hal itu sangat terlihat ketika di dalam video dirinya tak berhenti merapal doa dengan mulut yang sudah bergetar karena usia sambil berjalan sendiri.

Dikutip dari laman Kemenag, masa tunggu keberangkatan Mbah Harun tergolong cepat. Ia mendaftar haji pada 2017 dan mendapat panggilan ke Tanah Suci tahun ini.

Berdasarkan jadwal, Mbah Harun seharusnya berangkat pada tahun 2046. Namun, ia mendapat kesempatan untuk berangkat tahun ini karena pertimbangan usia.

Meski tak lagi muda, pria asal Pamekasan, Jawa Timur ini masih menekuni profesinya sehari-hari sebagai penjual ayam. Mbah Harun juga mengaku tak segan menjual tanahnya untuk bisa mendaftar haji pada 2017. Saat pelunasan, ia juga menjual sapi yang dimilikinya. (TIK/pojoksatu)