POJOKSATU.id, JAKARTA- Nu'aiman Bin Amr Sahabat Rasulullah SAW adalah sosok Jail diantara sahabat nabi lainnya, Nu'aiman Bin Amr pernah membuat Rasulullah SAW tertawa
hingga terlihat gigi gerahamnya. Bahkan pernah “Ngeprank” Rasulullah.

Suatu ketika Nu'aiman melihat penjual madu yang menjual dagangannya dengan
kepanasan, terlihat dagangannya pun belum ada yang terjual

Mendapati hal itu, Nu’aiman langsung mendatangi sang penjual dan mengajaknya beranjak
ke kediaman Nabi SAW.

Ternyata beliau (Nu'aiman) hendak membelikan hadiah berupa madu tersebut
untuk Rasulullah.

Singkat cerita, Nu’aiman tiba-tiba meninggalkan penjual tersebut di rumah Rasulullah

Dia kemudian berpesan ke penjual madu, “Aku harus pergi karena ada urusan yang tak bisa ditinggalkan", katanya.

"Nanti Penghuni rumah ini akan segera keluar dan akan membayar madu itu kepadamu.” kata Nu'aiman.

Sang penjual lantas mengetuk pintu kediaman Rasulullah dan memberikan madu yang dijualnya
pada Beliau.

Tentu saja, Nabi SAW merasa bahagia dan tersentuh karena berfikir bahwa madu itu adalah
hadiah untuk beliau. kemudian madu itupun dibagikan ke para sahabatnya.
sahabat.

Disaat itulah, sang penjual madu berkata pada Rasulullah, “ Yaa Rasul, bayarlah madu
tersebut!”

Rosul kemudian diam dan terkejut

Walaupun terkejut, dengan cepat Beliau memahami situasi yang terjadi. Sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya Beliau berujar, “Pasti ini perbuatan Nu'aiman.”

Tidak lama setelah itu, Rasul pun memanggil Nu’aiman dan meminta penjelasan Nu’aiman
dari kejadian tersebut.

Sementara jawaban Nu’aiman lagi-lagi membuat Beliau tersenyum.

Dia berkata, “Wahai Rasul, saya mengetahui engkau sangat suka madu, tetapi
aku tidak memiliki uang untuk membeli dan menghadiahkan kepadamu.”

“Karena itulah, hanya mengantarkan saja kepadamu dan semoga saya mendapat taufik ke
arah kebajikan.”

Lagi-lagi perbuatan Nu’aiman


Suatu hari, ia datang ke majelis ilmu Rasulullah SAW dengan
membawakan banyak sekali makanan lezat untuk Rasulullah dan para sahabat yang hadir
saat itu.

Melihat kedatangan sahabat Nu'aiman dengan bawaannya yang sangat banyak, para
sahabat dan juga Rasulullah sempat kaget juga dibuatnya, tapi kebisaan berhusnuzan alias
berprasangka baik yang menjadi pelindung hidup, Rasulullah dan semua sahabat
menjadikan mereka lebih memilih untuk bersyukur atas inisiatif sahabat Nu' aiman
membawakan makan lezat.

Setelah kajian ilmu selesai, semua yang hadir termasuk Rasulullah SAW dan juga Nu'aiman
menikmati hidangan lezat yang dibawa Nu'aiman bersama-sama sampai habis tidak tersisa
sedikit pun.

Semuanya benar-benar merasakan kenikmatan luar biasa dari beragam
masakan lezat yang dibawa oleh Nu'aiman.

Tapi keanehan terjadi, ketika semua sahabat ingin mengucapkan terima kasih kepada
Nu'aiman, ternyata Nu'aiman sudah menghilang tidak kelihatan batang hidungnya.

Tidak lama berselang, tiba-tiba Nu'aiman muncul dengan seseorang.

"Wahai Nu'aiman, dari mana saja kamu," tanya beberapa sahabat kepada Nu'aiman. Tapi
Nu'aiman tidak menaggapinya dan lebih memilih untuk menggandeng tangan sesorang yang
bersamanya menuju ke arah Rasulullah SAW.

“Wahai Rasulullah, ini penjual makanannya. Anda yang harus membayar, masa rakyat
seperti saya mentraktir seorang tokoh” ujar sang penjual.

Tanpa ekspresi, Nu'aiman langsung meninggalkan Rasulullah dan tukang nasi yang menagih pembayaran tersebut.

Mendengar ucapan Nu'aiman, sempat membuat Rasulullah dan semua sahabat yang hadir,
menjadi kebingunan, tapi langsung tertawa begitu menyadari telah menjadi korban jail-nya
Nu'aiman.

Akhirnya, Rasulullah memberikan solusi untuk permasalahan itu dengan cara membayarnya
kepada tukang nasi secara bergotong royong alias patungan dibagi rata.

Itulah salah satu tingkah sahabat Rasulullah yang tercatat dalam sejarah yang dikenal
mempunyai sifat jenaka berbeda dengan sahabat-sahabat pada umumnya.

Orang-orang yang berada di dekatnya selalu tersenyum hingga tertawa bahagia.
Nu'aiman bin Amr bin Rafa'ah adalah sosok sahabat dari kaum Anshar, penduduk asli
Madinah.

Boleh jadi, Nu'aiman-lah inspirator dari kecerdikan dan kekocakan Abu Ali Al Hasan bin Hani
Al Hakami atau Abu Nawas yang hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Bagdad
(806-814 M).

Tapi jangan salah sangka! Meskipun Nu'aiman terkenal dengan tingkah kocak dan
kejailannya, namun sosok Nu'aiman merupakan seorang mujahid sejati.

Nu'aiman merupakan Ashabul Badr alias veteran perang Badar yang pernah gagah berani
melawan habis-habisan di medan tempur bersama Rasulullah SAW dan para sahabat lainnya. (*/pojoksatu)