POJOKSATU.id, JAKARTA-- Selain Ashabul Kahfi atau tujuh pemuda yang ditidurkan Allah SWT di goa selama sekitar 350 tahun, ada juga nabi dari kaum Bani Israil yang dicabut nyawanya oleh Allah selama 100 tahun.

Berikut ini merupakan kisah Nabi Uzair yang dihidupkan lagi atau hidup kedua kali setelah dicabut nyawanya selama 100 tahun.

Nabi Uzair ini merupakan salah satu nabi yang mungkin jarang dikenal.

Ia bukanlah salah satu nabi dari 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui umat Muslim.

Baca Juga :

Kisah Nabi Sulaiman Temui Pemuda Umur 1400 Tahun Hidup di Dasar Laut Paling Dalam

Meski begitu, kisahnya sendiri termaktub dalam Al-Qur’an tentang seorang pemuda yang bertanya tentang kejaiban yang Allah lakukan di semesta.

Lantas, bagaimana kisah Nabi Uzair ini yang dikisahkan tidur atau diwafatkan Allah selama 100 tahun?

Dikutip dari Kisah Para Nabi karya Ibnu Katsir, diceritakan tentang sosok pemuda bernama Uzair ini. Ia kelak diangkat menjadi nabi dan merupakan bagian dari bani Israil.

“Allah mengutus malaikat maut untuk mencabut ruh Uzair dan mewafatkannya selama 100 tahun. Lantas, dibangkitkan lagi dari kematian 100 tahun setelah berlalu. Selama itu terjadi, berbagai macam peristiwa telah terjadi,” tulis Ibnu Katsir.

Kisah ini bermula dari Uzair yang gemar merantau, dari satu ke tempat yang lain dan memikirkan tentang hidup.

Suatu hari, ia singgah di sebuah tempat yang sudah hancur lebur. Wilayah itu hancur lantaran mendapatkan azab akibat durhaka kepada Allah.

Lantas, ia berpikir, “Bagaimana Allah SWT bisa membuat tempat yang dulu megah ini jadi tinggal tulang belulang belaka ini hanya dengan sekejap belaka?”

Ia senantiasa berpikir tentang kejadian itu, ia tahu negeri itu dulu sangat makmur, tapi kejahatan dan kezaliman merajalela. Lantas, ia duduk pada sebuah pohon tak jauh dari wilayah yang sudah jadi abu itu. Kudanya diikat di dekatnya.

Sambil berpikir tentang keagungan Allah, ia lantas tertidur. Satu hari. Dua hari. Satu bulan. Satu tahun. 10 tahun. 100 tahun.

Uzair pun tertidur begitu lama. Hingga akhirnya ia wafat, bahkan hingga tulang belulangnya sudah hancur rata dengan tanah.

Atas izin Allah, ia akhirnya dibangunkan lagi dari wafatnya selama 100 tahun. Sontak, ia kaget melihat sekitar berubah ketika bangun.

Kudanya juga sudah tidak ada, sedangkan di depannya tampak sebuah wilayah yang begitu indah dan megah. ia pun didatangi malaikat.

“Berapa lama kau tertidur, wahai pemuda saleh?” tanya malaikat.

Nabi Uzair berpikir sejenak.

“Setengah hari mungkin. Saat aku datang, matahari sedang di atas dan sekarang sudah mulai tenggelam,” jawabnya, enteng.

“Tidak. engkau tidur sudah 100 tahun,” jawab malaikat yang membuat Uzair melongo.

Lantas, Uzair pun melangkahkan kaki ke wilayah makmur itu. Ia bertanya ke penduduk dan ternyata benar, keadaan sudah berubah dan ternyata sudah 100 tahun lamanya ia tertidur.

Atas izin Allah SWT, Nabi Uzair pun bangkit lagi dari tidurnya, dari sebuah kematian yang tidak disadarinya selama 100 tahun.

Kisah Nabi Uzair ini terdapat dalam QS Al-Baqarah yang artinya sebagai berikut:

“Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) sesuatu." (QS. Al Baqarah: 259).

Itulah kisah Nabi Uzair yang tidur atau diwafatkan Allah SWT selama 100 tahun.

Sebuah kisah tentang penciptaan dari Allah dan bagaimana keajaiban Allah itu begitu nyata. Wallahu a’lam. (mardiana/pojoksatu)