POJOKSATU.id, JAKARTA- Menara Saidah adalah bangunan bernuansa romawi yang lokasinya tak asing bagi penduduk Jakarta, tepatnya di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.
Dibalik megahnya Gedung Menara Saidah ini terdapat kisah horor yang terjadi setelah ditutup sejak 17 tahun yang lalu yaitu pada 2007.
Penutupan bangunan dilakukan karena adanya dugaan kemiringan beberapa derajat pada bangunan, sehingga khawatir membahayakan keselamatan.
Apabila dilihat secara seksama, gedung ini sangat mewah dan bergaya klasik. Namun hal ini justru menambah citra horor nan angker pada Menara Saidah.
Sebelumnya, kejadian kecelakaan juga pernah terjadi tepat di depan gedung Menara Saidah, pada hari Kamis 26/5/2022 lalu, akibatnya 6 orang luka parah, 2 tewas mengenaskan termasuk seorang bayi, apakah ini tumbal?
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah sejumlah cerita menyeramkan yang pernah terjadi di Menara Saidah.
Dari bagian basement, banyak terdengar cerita bahwa ada sosok penunggu yang sering memangil-manggil, menangis, bahkan mencolek tubuh orang-orang yang datang.
Suara tersebut secara misterius muncul padahal tidak ada orang lain di basement.
Untuk menuju lantai atas, pengunjung menaiki lift yang juga memiliki kisah yang cukup membuat bulu kuduk merinding.
Meskipun berkali-kali direnovasi, lift di Menara Saidah bergerak sangat lambat. Orang-orang percaya bahwa hal tersebut disebabkan oleh sosok tak kasat mata yang menjaga lift tersebut.
Suatu hari, seorang karyawan harus kembali ke ruangannya bekerja karena ada barang yang tertinggal.
Suasana gedung saat itu sudah sepi dan gelap karena memang sudah waktunya pulang kerja.
Kemudian karyawan itu memutuskan untuk menggunakan lift untuk menuju ke lantai bawah agar cepat sampai.
Namun, pintu lift tidak mau menutup dan tiba-tiba lampu menjadi redup. Ia akhirnya memutuskan turun melalui tangga.
Hal yang menakutkan adalah ketika karyawan tersebut tiba di setiap lantai, lift juga ikut turun di lantai yang sama dengan kondisi pintu yang terbuka.
Beranjak dari kisah lift, lantai tiga Menara Saidah juga membawa kisah mistis yang berasal dari sosok wanita berbaju merah.
Konon, wanita tersebut pernah muncul dan meminta bantuan kepada para penjaga untuk mengantarkannya ke lantai 14 karena ingin menemui kakaknya.
Namun, begitu sampai di lantai 14 wanita tersebut hilang begitu saja dari lift.
Dari lantai 3 juga, diceritakan bahwa sebuah keranda mayat sering muncul lalu tiba-tiba menghilang.
Beberapa anak muda yang ingin merasakan pengalaman mistis datang ke Menara Saidah dan membuktikannya sendiri.
Mereka pergi ke Menara Saidah pada malam hari. Ketika lift sampai di lantai ke tiga dan pintu terbuka, mereka menemukan keranda mayat dan bayangan wanita misterius yang kemudian hilang dengan sendirinya.
Menara Saidah pada malam hari memang memberikan nuansa angker dan seram. Gedung yang sudah lama tidak berpenghuni itu terkadang masih terlihat menyala di beberapa lantainya pada malam hari.
Penjaga keamanan memastikan bahwa tidak ada lampu yang menyala, tetapi pengendara dan orang-orang yang lewat melihat beberapa lampu gedung menyala secara bergantian dengan sendirinya.
Kejadian menyeramkan pernah datang dari seorang ojek online yang mendapatkan orderan dari lobi Menara Saidah pada pukul 11 malam.
Pengemudi ojek online tersebut menerima pesanan penumpang dari gedung ini, padahal tidak ada orang yang tinggal maupun mengunjungi gedung Menara Saidah ini.
Bukan hanya itu, ada juga seorang pencari kerja yang mendapat panggilan wawancara di Menara Saidah.
Namun Ia tidak hadir karena posisinya berada di Tulungagung, Jawa Timur. Sangat aneh karena gedung yang sudah belasan tahun kosong mengadakan wawancara kerja dan mengirimkan undangan panggilan kerja.
Kejadian mistis yang terjadi di Menara Saidah diyakini masyarakat sekitar karena posisi gedung yang dibangun di atas kuburan yang tidak dipindahkan.
Masyarakat sekitar yang sudah lama tinggal di wilayah itu tahu bahwa dahulu tanah tersebut merupakan tanah kosong untuk kuburan.
Pada 2007, gedung ini resmi ditutup karena pondasi gedung yang miring beberapa derajat dan dianggap dapat membahayakan penghuninya. Konstruksi gedung dianggap bermasalah sejak awal, namun dari pihak pemilik maupun Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) tidak ada yang bersedia memberikan penjelasan.
Editor : Adhey



